Ternyata Kaca Film Bisa Pengaruhi Keselamatan Berkendara

Kompas.com - 07/08/2020, 10:22 WIB
Proses pemasangan kaca film 3M KOMPAS.com/Aprida Mega NandaProses pemasangan kaca film 3M

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan kaca film pada mobil diatur juga di dalam undang-undang. Sebab, salah satu fungsinya sangat penting, berkaitan dengan keselamatan berkendara.

Sayangnya, tak banyak yang memahami akan hal tersebut. Buktinya, tak sedikit pemilik mobil memasang kaca film dengan tingkat kegelapan yang cukup pekat. Padahal secara aturan, level kegelapannya tidak boleh lebih dari 70 persen.

Baca juga: Kenali Tiga Bahan Dasar Kaca Film, Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, mengenai tren penggunaan kaca film gelap memiliki nilai positif dan negatif.

Ilustrasi pemasangan kaca film di toko Maju Jaya di Blok M Mall Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Ilustrasi pemasangan kaca film di toko Maju Jaya di Blok M Mall Lt. Basement, Jakarta Selatan

“Dia punya dua sisi, ada kegunaan dan ada juga kekurangannya. Selama ini, yang dibahas selalu soal penolak UV dari produk kaca film,” ujar Sony, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sony menambahkan, penggunaan kaca film gelap dapat memberi tambahan perlindungan bagi pengemudi perempuan. Sebab, kondisi kabin mobil menjadi tidak terlihat dari luar.

Selain itu, kaca film yang gelap juga memberikan privasi yang lebih baik untuk pemilik mobil. Namun, menurut Sony, kaca film gelap juga menyimpan bahaya besar. Terutama saat digunakan malam hari.

Baca juga: Tanda Kaca Film Mobil Minta Ganti yang Baru

“Penggunaan malam hari mengurangi jarak pandang. Banyak yang beralasan pasti bisa lihat, tapi ternyata memang sulit. Pasti suatu saat, akan terjadi insiden saat sedang bermanuver dengan kaca gelap,” kata Sony.

Tak banyak yang paham bahwa penggunaan kaca film gelap dapat mempercepat kelelahan saat berkendara malam. Alasan utamanya karena mata dipaksakan untuk melihat lebih keras kondisi di luar kendaraan.

Ilustrasi kaca film 3M Auto Film Crystaline Series3M Ilustrasi kaca film 3M Auto Film Crystaline Series

Landasan hukum mengenai kadar kegelapan kaca film bersumber dari beberapa peraturan seperti UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), kemudian PP Nomor 55 tahun 2012 dan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.439/U/Phb-76.

Dalam regulasi itu dijelaskan untuk peraturan kaca samping kendaraan harus tembus cahaya dan tidak kurang dari 70 persen sedangkan untuk kaca depan tidak kurang dari 40 persen sepanjang sisi atas yang lebarnya tidak lebih dari sepertiga tinggi kaca yang bersangkutan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X