Honda CR-Z Bakal Kembali ke Jalur Produksi

Kompas.com - 07/08/2020, 08:02 WIB
Honda CR-Z mulai disuntik mati pada 2016. HondaHonda CR-Z mulai disuntik mati pada 2016.

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah discontinue pada 2017, Honda CR-Z kabarnya bakal  kembali produksi. Rencana ini terendus lewat paten merek dagang CR-Z yang tengah diproses ulang oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO).

Dilansir dari Motor1, pendaftaran merek dagang mobil biasanya menjadi cara untuk melindungi model mereka, agar tidak dipakai merek lain, bahkan untuk yang sudah tak diproduksi lagi.

Namun berdasarkan penelurusan beberapa data, ada hal yang berbeda perihal CR-Z. Merek dagang mobil ini tampaknya bukan hanya mau dipertahankan, tapi juga akan diperbarui dan dijual kembali.

Baca juga: Toyota Resmi Luncurkan Corolla Cross, Harga Mulai Rp 457,8 Juta

Honda CR-Z jadi mobil hybrid dengan gaya layaknya sport car.Honda Honda CR-Z jadi mobil hybrid dengan gaya layaknya sport car.

Untuk diketahui, CR-Z awalnya melakukan debut di dunia sekitar tahun 2010. Kemudian merek dagang CR-Z disuntik mati sekitar tahun 2016 di Indonesia.

CR-Z merupakan mobil hybrid bergaya khas mobil sport dua pintu, yang mengusung mesin 1.500 cc i-VTEC dengan Integrated Motor Assist (IMA) dan baterai lithium-ion 18,8 kW.

Mesin ini dikombinasikan dengan transmisi otomatis CVT, dan memiliki tenagan maksimal 136 ps dan torsi 190 Nm.

Baca juga: Mengapa Moto3 Satu Silinder Lebih Kencang dari ZX-25R yang 4-Silinder?

Honda CR-Z hasil rumah modifkasi Mugen yang dijual hanya 300 unitKompasOtomotif - AFH Honda CR-Z hasil rumah modifkasi Mugen yang dijual hanya 300 unit

Sampai sekarang memang ada belum ada kabar resmi soal kehadiran generasi baru CR-Z. Tapi dengan perkembangan kendaraan hybrid di seluruh dunia, bukan hal mustahil mobil ini akan kembali hadir.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, pernah menyatakan bahwa perusahaan lebih tertarik meluncurkan mobil hybrid ketimbang mobil listrik di Indonesia.

Alasannya beragam, namun menurut Billy, masalah fasilitas dan infrastruktur kendaraan listrik yang terbatas membuat Honda lebih memilih segmen hybrid.

“Secara line-up sekarang ini kami sudah punya semua, dari hybrid, plug-in, fuel cell, baterai, ada semuanya. Dan itu sudah dilihat dan dicoba di Jepang. Kalau jukni keluar, action kami juga akan cepat,” ujar Billy, beberapa waktu lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X