Tokyo, KompasOtomotif - Pertengahan tahun lalu Honda menyuntik mati CR-Z, karena dianggap penjualannya kurang bergairah di pasar otomotif global. Padahal, sedan sport hibrida itu cukup tergolong laris di Indonesia.
Namun, karena yang dijual di Tanah Air impor utuh atau (completely build-up/CBU) dari Jepang, jadi mau tidak mau harus mengikuti aturan, dan tidak lagi di pasarkan.
Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy, peminat mobil sport hibrida dua penumpang itu tergolong bagus. Selama diluncurkan sudah terjual ratusan unit.
"Sebelum resmi tidak diproduksi lagi, data penjualan terakhir itu di atas 500 unit, saya kurang tahu tepatnya berapa unit," ujar Jonfis saat berbincang dengan KompasOtomotif di Tokyo, Jepang, Senin (30/10/2017).
Baca juga: Tak Bergairah, Honda Suntik Mati CR-Z
Selama dijual di Indonesia, HPM sudah satu kali melakukan penyegaran. Peluncuran pertama dilakukan pada 2012, dan versi facelift-nya dilakukan sekitar Maret 2016.
Versi itulah menjadi model terakhir CR-Z, sebab masuk Juli 2016 muncul informasi bahwa Honda telah menghentikan produksi dan ekspor CR-Z.
Ketika masih dijual di pasar otomotif nasional, HPM membidik konsumen dengan rentan usia 25 hingga 35 tahun. Rata-rata, semua yang membeli, sudah mengerti dengan teknologi, sebab CR-Z ini dibekali teknologi yang menggabungkan hibrida dengan motor sport.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.