Tak Pasang Pelat Nomor di Tempatnya Bakal Didenda Rp 500.000

Kompas.com - 29/07/2020, 15:49 WIB
Ilustrasi mobil yang tidak memasang pelat nomor di tempat yang telah ditentukan. Instagram @simplyfitmentIlustrasi mobil yang tidak memasang pelat nomor di tempat yang telah ditentukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa kendaraan ada yang memasang pelat nomor tidak pada tempat yang telah ditentukan. Ada yang menempatkan di bumper depan sebelah kanan atau kiri, atau bahkan di dasbor.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), sudah ditetapkan mengenai aturan penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi TNKB atau pelat nomor.

Baca juga: Jangan Pakai Pelat Nomor Palsu, Bisa Dipenjara atau Denda Rp 500.000

Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya, mengatakan, aturan mengenai TNKB sudah dituliskan dalam Pasal 68 ayat (4) UU LLAJ. Pasal tersebut menjelaskan bahwa TNKB harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

Ilustrasi mobil yang tidak memasang pelat nomor di tempat yang telah ditentukan.Instagram @simplyfitment Ilustrasi mobil yang tidak memasang pelat nomor di tempat yang telah ditentukan.

"Lalu, aturan mengenai TNKB juga diperkuat oleh Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, Pasal 39 ayat (6)," ujar Martinus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa TNKB dipasang pada bagian sisi depan dan belakang pada posisi yang telah disediakan pada masing-masing Ranmor (kendaraan bermotor).

"Terkait pemasangan TNKB yang tidak sesuai dengan ketentuan, jelas itu menyalahi aturan," kata Martinus.

Baca juga: Pelat Nomor Cantik Tak Berlaku Selamanya, Hanya 5 Tahun

Kembali ke UU LLAJ, pada Pasal 280 dijelaskan mengenai sanksi bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi TNKB yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1), pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X