ABC Produksi Baterai Lithium Ion buat Kendaraan Listrik Akhir Tahun Ini

Kompas.com - 29/07/2020, 15:16 WIB
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman electrec.coIlustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mengungkapkan bahwa PT International Chemical Industry selaku produsen batu baterai ABC, akan menjadi produsen sel baterai untuk kendaraan listrik di dalam negeri.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, kini perusahaan tersebut sedang melakukan proses instalasi mesin dan berencana memulai produksi prakomersil di akhir tahun 2020.

"Sudah ada perusahaan yang melakukan proses instalasi mesin di akhir Juli 2020, nanti akhir tahun ini mulai pre-commercial production. Perusahaan tersebut adalah PT International Chemical Industry, dia masuk ke baterai lithium-ion," katanya dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Kemenperin Pacu Investasi Pengembangan Baterai Kendaran Listrik

Mobil listrik e-tron dari AudiKompas.com Mobil listrik e-tron dari Audi
 

Menurut Putu, dengan langkah strategis tersebut maka syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kendaraan listrik sebesar 35 persen bisa dipenuhi, sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

Sebab, nikel sulfat yang merupakan bahan baku dari baterai lithium ion diklaim amat melimpah di Indonesia. Tinggal dikelola saja secara optimal.

"ABC sendiri sudah melihat itu sehingga produksinya dialokasikan untuk itu (baterai mobil listrik)," ungkap Putu.

Adapun komitmen investasi yang dikucurkan oleh PT International Chemical Industry di Cengkareng, Jakarta Barat ini tergolong Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Baca juga: Era Mobil Listrik Semakin Dekat, Kemenhub Teken Aturan Uji Tipe

Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.Kashioka Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf
 

Pada kesempatan sama, Putu juga menjelaskan hasil produksi sel baterai itu juga akan dipasok untuk power supply serta keperluan lainnya baik itu di elektronik maupun di penggunaan khusus yang membutuhkan baterai.

Kalau melihat dari produksi mobil listrik sendiri yang saat ini kapasitas produksinya 860.000 unit, kapasitas produksi baterai kalau menggunakan seluruhnya dari International Chemical Industry baru bisa memenuhi 200.000 unit.

"Kami sangat membutuhkan baterai sel untuk memenuhi kebutuhan industri mobil listrik," kata Putu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X