Pakai Ban Dual Purpose di Jalanan, Apa Benar Bisa Lebih Awet?

Kompas.com - 27/07/2020, 10:42 WIB
Yamaha R25 street tracker Katros GarageYamaha R25 street tracker

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalan di Indonesia yang tidak semua permukaannya mulus membuat beberapa orang memilih ban dual purpose untuk motor harian. Ban dual purpose memiliki kemampuan berjalan di aspal dan tanah dengan karakter moderat.

Salah satu alasannya, ban dual purpose memiliki kembangan ban yang seperti untuk off road, namun tetap bisa digunakan untuk jalan aspal biasa. Kemudian kompon bannya juga mengakomodasi untuk kedua permukaan jalan.

Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, Produsen ban motor IRC, Dodiyanto mengatakan, ramuan kompon untuk ban dual purpose ini dibuat agar tidak licin dan enggak gampang gompal.

Baca juga: 4 Trik Sederhana Perkecil Kemungkinan Motor Dicuri Saat Parkir

Benelli Patagonian Eagle yang sudah di-custom bergaya tracker garapan Katros Garage.Kompas.com/Donny Benelli Patagonian Eagle yang sudah di-custom bergaya tracker garapan Katros Garage.

“Komponnya lebih lunak, tapi enggak cuma itu, ramuannya berbeda dengan ban biasa. Walau lebih lunak, tetap tidak aus jika bergesekan dengan aspal,” kata Dodiyanto kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kemudian Dodiyanto juga mengatakan kalau kebanyakan ban dual purpose memiliki kedalaman kembangan atau patternnya yang lebih dalam dibanding ban harian atau on road. Namun di balik itu, ada kekurangan yang dimiliki ban ini.

“Kekurangannya, performa enggak maksimum di aspal dan di jalanan tanah, terbagi jadi 50:50. Tapi sesuai dengan kondisi jalan di sini, permintaan ban dual purpose cukup banyak,” kata dia.

Baca juga: Vinales Tercepat di FP3, Marquez Tunjukkan Mental Juara

Begitu juga yang dikatakan Technical Service & Development Department Head ba FDR, Jimmy Handoyo. Jimmy mengatakan, di aspal yang bagus, ban dual purpose tidak memiliki cengkraman yang lebih baik daripada jenis on road.

“Kalau dibandingkan dengan yang murni untuk jalanan, grip atau daya cengkram ban dual purpose kurang mencengkrang ke jalanan,” kata Jimmy kepada Kompas.com.

Kalau urusan awet atau tidaknya, semua kembali ke pemilik dan cara merawat bannya. Jika pemilik bisa menjaga tekanan udara ban yang sesuai dan tidak sering melakukan pengereman dengan keras, ban bisa lebih awet.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X