Toyota Prediksi Industri Otomotif Baru Bisa Pulih Kuartal IV 2020

Kompas.com - 24/07/2020, 17:50 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.comPenjualan mobil tahun ini harus turun karena terdampak pandemi Covid-19. Gaikindo mencatat total volume penjualan retail nasional pada semester pertama 2020 meraih 290.597 unit atau turun 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, distribusi mobil dari pabrik ke diler sepanjang Januari-Juni 2020 berhasil membukukan 260.933 unit, atau menurun 46 persen secara tahunan.

Di antara sekian merek, Toyota masih bisa menempati urutan teratas daftar mobil terlaris di Indonesia pada semester pertama tahun ini.

Baca juga: Mitsubishi Jual Lagi Pajero Sport Edisi Terbatas, Harga Rp 572 Juta

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

Tercatat, penjualan secara retail bisa mendapatkan angka 92.965 unit. Sedangkan secara wholesales 81.816 unit dari Januari sampai Juni 2020.

Dengan hasil ini, Toyota memprediksi pasar otomotif baru bisa pulih seperti sebelum masa pandemi pada kuartal IV (Oktober-Desember) 2020. Sementara pada kuartal III (Juli-September) disebut sebagai masa pemulihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau berjalan lancar, enggak harus tumbuh 100 persen. Kami menganalisa kuartal III itu akan bertumbuh, dan sampai titik tertentu akan flat,” ujar Warih, dalam diskusi virtual (23/7/2020).

Baca juga: Banyak yang Belum Paham, Apa Fungsi Tombol Overdrive di Mobil Matik

Ilustrasi produksi mobil Toyota Fortuner di pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat.Istimewa Ilustrasi produksi mobil Toyota Fortuner di pabrik TMMIN di Karawang, Jawa Barat.

“Pada kuartal IV, kalau bicara produksi akan full production. Meski secara volume belum sama dengan produksi tahun lalu, itu the best scenario,” katanya.

Warih menambahkan, performa penjualan yang menurun tidak hanya dirasakan pada pasar domestik, tapi juga ekspor.

Walau begitu untuk meningkatkan ekspor, idealnya pasar domestik harus lebih dulu bertumbuh sebagai dasar meningkatnya penjualan ke luar negeri.

Baca juga: Sapa Rantis Maung Pindad Langsung ke Kandang

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Saya berpikir bahwa kuartal IV, baik domestik maupun ekspor kemungkinan saling meningkatkan demand,” ucap Warih.

“Kalau industri otomotif, semua pondasi dari domestik. Keyword-nya konsumsi domestik harus growth, itu dulu,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.