Operasi Patuh di Jatim, Ini Jenis Pelanggaran yang Langsung Ditilang

Kompas.com - 23/07/2020, 13:31 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polisi dan Satpol PP-WH melakukan razia masker di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Kamis (25/6/2020). Razia masker ini ditingkatkan untuk menekan angka paparan Covid-19 di Aceh yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir, dengan kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 66 orang, satu di antaranya warga negara asing (WNA). KOMPAS.com/RAJA UMARPetugas gabungan dari TNI, Polisi dan Satpol PP-WH melakukan razia masker di Bundaran Simpang Lima, Pusat Kota Banda Aceh, Kamis (25/6/2020). Razia masker ini ditingkatkan untuk menekan angka paparan Covid-19 di Aceh yang semakin meningkat dalam sepekan terakhir, dengan kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 66 orang, satu di antaranya warga negara asing (WNA).
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Operasi patuh 2020 digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Polda Jawa Timur (Jatim).

Razia kendaraan yang dimulai Kamis (23/7/2020) akan berlangsung selama 14 hari dan berakhir pada 5 Agustus 2020.

Untuk di wilayah Jatim, pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB) penindakan untuk pelanggar pun tidak langsung dilakukan ketika terjadi pelanggaran.

Melainkan ada pertimbangan tersendiri perlu tidaknya pelanggar mendapatkan sanksi berupa pemberian bukti pelanggaran ( tilang).

Baca juga: Momen Idul Adha, Lalu Lintas di Jateng Diprediksi Meningkat

Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, sama halnya dengan daerah lainnya, Operasi Patuh Semeru 2020 ini sasarannya adalah pelanggaran lalu lintas yang bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Selain itu juga pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kesemrawutan jalanan, itu yang akan ditindak,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Hanya saja untuk Operasi Patuh Semeru yang digelar di masa pandemi Covid-19 ini, Pranatal menambahkan, penindakan tidak langsung diberikan kepada para pelanggar.

Tetapi, akan melalui pendekatan, upaya preemtif, preventif dan juga persuasif. Jika pelanggaran sudah berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal baru dilakukan penindakan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Baca juga: Operasi Patuh Candi di Jateng, Ini Jenis Pelanggaran yang Ditindak

“Operasi Patuh Semeru kali ini prosentase untuk penindakan pelanggaran sebesar 20 persen, sisanya 80 persen adalah upaya preemtif, preventif dan persuasif,” tuturnya.

Wadirlantas menambahkan, upaya ini tidak lain adalah untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Petugas Satlantas Polres Cianjur, Jawa Barat, memeriksa kendaraan di check point Cepu 8, Sabtu (30/5/2020) malam yang ditenggarai mengangkut pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Petugas Satlantas Polres Cianjur, Jawa Barat, memeriksa kendaraan di check point Cepu 8, Sabtu (30/5/2020) malam yang ditenggarai mengangkut pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X