Cara Konvoi Motor yang Aman Tanpa Ganggu Lalu Lintas

Kompas.com - 17/07/2020, 11:42 WIB
Salah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIASalah satu motor gede (moge) yang ikut meramaikan Distinguished Gentlemans Ride (DGR), Minggu (30/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara dengan beriringan atau konvoi memang menyenangkan untuk dilakukan. Tapi ada saja oknum yang saat konvoi malah merasa paling diutamakan di jalan sehingga malah mengganggu jalannya lalu lintas.

Padahal konvoi baik di dalam kota maupun ke luar kota bisa dibuat menyenangkan dan aman tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Head Of Safety Riding Wahana, Agus Sani akan memberikan beberapa tips agar konvoi menjadi menyenangkan dan aman.

“Pertama, adanya pemimpin konvoi atau road captain yang memimpin sampai ke tujuan. Kemudian peserta konvoi juga disesuaikan dengan jauh-dekatnya jarak yang ditempuh,” ucap Agus kepada Kompas.com, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Keluar Masuk DKI Jakarta Harus Sertakan CLM, Begini Caranya

Turing Honda Dikers Day 2019Foto: AHM Turing Honda Dikers Day 2019

Jika perjalanan jauh seperti ke luar kota, maksimal 15 motor dan untuk di dalam kota (rolling thunder) bisa sampai 30 motor atau lebih. Alasan dibatasinya jumlah peserta konvoi untuk mencegah kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Semakin banyak peserta maka semakin sulit mengontrol rombongan, apalagi jika keterampilan masing-masing rider berbeda. Lebih baik lagi jika dibagi menjadi beberapa kloter, nanti berkumpul di titik temu,” kata Agus.

Tips selanjutnya yaitu dengan menunjuk petugas-petugas konvoi seperti sweeper, mekanik, medis, dan lainnya yang dibutuhkan dalam perjalanan. Kemudian melakukan pemeriksaan kendaraan dan kelengkapan riding gear peserta.

Baca juga: Sudah Murah tapi Sepi Peminat, Chevrolet Bekas Mulai Rp 80 Jutaan

“Semua peserta juga harus mengetahui rute yang akan ditempuh. Jangan lupa untuk melakukan istirahat setelah 2 jam sampai 2,5 jam perjalanan,” kata dia.

Agus mengingatkan untuk jaga jarak aman sekitar 2 detik dengan kendaraan di depan dan tidak kebut-kebutan. Kemudian agar tidak mengganggu lalu lintas, bisa dengan melakukan formasi 1 dan 2, disesuaikan dengan kondisi jalan.

“formasi 1 baris digunakan saat jalanan padat, sehingga rombongan konvoi tidak memakan jalur dan bisa berbagi dengan pengguna jalan lain. Untuk formasi dua baris dilakukan pada jalanan yang sepi sehingga rombongan lebih padat,” ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X