[POPULER OTOMOTIF] Mobil Bekas yang Dicari Saat New Normal | Mobil Pribadi Boleh Bawa Penumpang Penuh

Kompas.com - 03/07/2020, 06:02 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil bekas (mobkas) memang belum mengalami peningkatan sejak adanya pandemi Covid-19 sampai saat ini.

Namun, dengan adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi menuju new normal, geliat jual beli mobkas diprediksi bakal kembali ramai.

Untuk jenis kendaraan roda empat yang diprediksi bakal ramai saat fase tatanan kehidupan baru nanti, salah satunya tipe multi-purpose vehicle ( MPV).

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih memprediksi, akan terjadi peningkatan peminat mobil tipe MPV saat kenormalan baru.

Selain itu, soal aturan mobil pribadi boleh bawa penumpang penuh juga menjadi sorota masyarakat. Penasaran, berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Kamis 2 Juli 2020:

1. Deretan Mobil Bekas yang Bakal Dicari Saat New Normal

Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***  ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjualan mobil bekas ( mobkas) memang belum mengalami peningkatan sejak adanya pandemi Covid-19 sampai saat ini.

Namun, dengan adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi menuju new normal, geliat jual beli mobkas diprediksi bakal kembali ramai.

Untuk jenis kendaraan roda empat yang diprediksi bakal ramai saat fase tatanan kehidupan baru nanti, salah satunya tipe multi-purpose vehicle ( MPV).

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih memprediksi, akan terjadi peningkatan peminat mobil tipe MPV saat kenormalan baru.

Baca juga: Deretan Mobil Bekas yang Bakal Dicari Saat New Normal

2. Fase Kedua Jelang New Normal, Penumpang Mobil Pribadi Masih Dibatasi

Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Memasuki Juli 2020, sektor transportasi darat sudah memasuki fase kedua adaptasi new normal. Kondisi ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) 11/2020 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

Pada fase kedua ini, sejumlah aturan mulai dilonggarkan, salah satunya menaikkan kapasitas penumpang untuk transportasi umum. Dari yang semula hanya 50 persen, kini diizinkan membawa 70 persen.

Lantas bagaimana dengan kendaraan pribadi, baik motor dan mobil. Menjawab hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, untuk mobil pribadi di fase kedua masih tetap dengan fase pertama.

Baca juga: Fase Kedua Jelang New Normal, Penumpang Mobil Pribadi Masih Dibatasi

3. Indonesia Kedatangan Platform Jual Beli Mobil Bekas Asal Singapura

Ilustrasi jual beli mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi jual beli mobil

Setelah iCarAsia asal Malaysia dan Car bay dari India, kini pasar mobil bekasIndonesia kembali diincar platform jual beli online baru asal Singapura, Carro Automall.

Platform penjualan mobil bekas yang didirikan di Singapura sejak 2015 ini, resmi bekerja sama dengan Tokopedia dalam memasarkan produk secara daring.

Co-Founder Carro, Aditya Lesmana, mengatakan, pihaknya berusaha memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan kendaraan mobil bekas sehingga bisa melakukan pembelian dari rumah.

Baca juga: Indonesia Kedatangan Platform Jual Beli Mobil Bekas Asal Singapura

4. Mobil Pribadi Boleh Bawa Penumpang Penuh, tetapi Ada Syaratnya

Polisi menginterogasi sejumlah penumpang yang diduga menumpang mobil bernomor polisi palsu saat penyekatan pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2020). Satlantas Polrestabes Semarang mencatat sejak pukul 07.00-17.00 WIB sebanyak 276 kendaraan roda empat maupun bus yang mengangkut pemudik menuju Jakarta melalui gerbang tol tersebut diperintahkan untuk berputar balik karena tidak dilengkapi surat izin keluar-masuk (SIKM).ANTARA FOTO/AJI STYAWAN Polisi menginterogasi sejumlah penumpang yang diduga menumpang mobil bernomor polisi palsu saat penyekatan pemudik di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2020). Satlantas Polrestabes Semarang mencatat sejak pukul 07.00-17.00 WIB sebanyak 276 kendaraan roda empat maupun bus yang mengangkut pemudik menuju Jakarta melalui gerbang tol tersebut diperintahkan untuk berputar balik karena tidak dilengkapi surat izin keluar-masuk (SIKM).

Memasuki fase kedua adaptasi kenormalan baru atau new normal, rupanya pemerintah masih membatasi jumlah penumpang untuk mobil pribadi. Seperti sebelumnya, kapasitas penumpang wajib dipangkas 50 persen.

Untuk mobil berkapasitas tujuh sampai delapan orang, hanya boleh membawa empat orang. Sementara kapasitas lima penumpang, seperti sedan, hatchback, atau citycar hanya boleh menampung tiga penumpang.

Namun demikian, ada kelonggaran yang diberikan Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), yakni boleh membawa penumpang dalam kapasitas normal atau penuh.

Baca juga: Mobil Pribadi Boleh Bawa Penumpang Penuh, tetapi Ada Syaratnya

5. Masih Perlukah Kebiasaan Memanaskan Mesin pada Sepeda Motor Injeksi?

15 model sepeda motor injeksi Honda.Agung Kurniawan 15 model sepeda motor injeksi Honda.

Kehadiran mesin berteknologi asupan bahan bakar dengan injeksi merupakan salah satu perkembangan dunia otomotif, khususnya pada sepeda motor. Ada beragam keuntungan yang bisa diperoleh dari motor injeksi, misalnya lebih hemat bahan bakar.

Lantas, adakah perbedaan perawatan antara mesin injeksi dan karburator, salah satunya kebiasaan memanaskan mesin sepeda motor?

Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, kebiasaan memanaskan mesin sepeda motor sebenarnya masih perlu dilakukan, meski sudah menggunakan mesin injeksi

Baca juga: Masih Perlukah Kebiasaan Memanaskan Mesin pada Sepeda Motor Injeksi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.