Jangan Abaikan Disinfeksi Motor Guna Mencegah Penyebaran Corona

Kompas.com - 01/07/2020, 09:02 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) kembali mengingatkan pentingnya melakukan disinfeksi pada kendaraan bermotor roda dua guna mencegah penyebaran virus corona alias Covid-19.

Hal ini sebagaimana tercantum pada Pasal 11 Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PM 18 Tahun 2020 terkait Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona.

"Sesuai PM No.41/2020, demi mencegah penyebaran virus jangan lupa tetap melakukan disinfeksi pada sepeda motor sebelum dan setelah selesai digunakan minimal satu kali dalam sehari," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Kemenhub Minta Bus Pakai Ultraviolet Ketimbang Semprot Disinfektan

Sejumlah petugas kepolisian berpakaian superhero menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Panglima Sudirman kawasan Kebonagung, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (9/4/2020). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).ANTARA FOTO/UMARUL FARUQ Sejumlah petugas kepolisian berpakaian superhero menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Panglima Sudirman kawasan Kebonagung, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (9/4/2020). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Hanya saja, penyemprotan disinfeksi kendaraan tidak perlu dilakukan ke seluruh bagian. Cukup pada bagian yang sering disentuh saja karena bisa berdampak buruk.

"Cairan disinfektan perlu digunakan untuk permokaan yang sering dipegang, seperti gagang pintu atau setir kemudi. Tidak perlu menyemprot ke udara, apalagi di bagian luar mobil," kata Dokter Rumah Sakit Al Huda Banyuwangi, Febrina Sugianto kepada Kompas.com.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Masyarakat mulai kembali beraktivitas di masa adaptasi kebiasaan baru. Berbagai aktivitas rutin secara bertahap mulai kembali dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan roda dua pun kini mulai kembali beraktivitas. Demi mencegah penyebaran COVID-19 saat berkendara, #KawulaModa jangan lupa untuk tetap melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan. Lakukan disinfeksi minimal satu kali dalam sehari ya. Selain itu, gunakan juga masker dan sarung tanganmu saat berkendara. Bila kondisi kesehatan sedang tidak fit atau mengalami suhu badan di atas normal, sebaiknya jangan berkendara tetap #dirumahaja. #AdaptasiKebiasaanBaru #TransportasiAmanProduktif #PenghubungIndonesia

A post shared by Kementerian Perhubungan RI (@kemenhub151) on Jun 27, 2020 at 7:59am PDT

 

"Jangan pula menggunakan cairan itu ke tubuh manusia, sebab disinfektan hanya diperuntukan untuk permukaan benda," lanjutnya.

Pada kesempatan sama, Febrina juga mengatakan bahwa berdasarkan studi dari National Institute of Health di Amerika Serikat, virus corona bisa bertahan 2-3 hari di atas plastik dan stainless steel bahkan 28 hari di suhu rendah.

Baca juga: Kini Tes Covid-19 untuk Dapat SIKM Lebih Simpel

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

"Virus ini bisa dinonaktifkan dalam satu menit hanya dengan disinfektasi. Gunakan alkohol 60-70 persen atau 0,5 persen hydrogen peroxide, atau bleach dengan 0,1 persen sodium hypoclorite," kata dia.

Selain itu, diimbau untuk para pengendara selalu mengenakan masker dan sarung tangan saat berkendara. Lengkapi juga perlengkapan berkendara dengan turut membawa hand sanitizer.

"Bila kondisi kesehatan tidak sedang fit atau suhu tubuh di atas normal, jangan memaksakan diri," kata Adita.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X