Kompas.com - 27/06/2020, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan mobil wajib menggunakan sabuk pengaman demi keselamatan. Namun masih ada saja yang mengira kalau memakai perangkat itu hanya untuk terhindar dari tilang polisi.

Perilaku yang menganggap pakai sabuk pengaman hanya sekadar aturan, sering menyepelekan dengan hanya mengalungkan bagian atasnya saja. Hal itu dilakukan untuk mematikan sensor sabuk pengaman yang ada di mobil.

Jadi ketika berjalan melewati polisi atau kamera tilang, mereka hanya mengalungkan bagian atas kemudian melepasnya lagi saat sudah tidak ada polisi. Padahal jika melakukan hal tersebut, tentunya bisa berbahaya bagi pengemudi.

Baca juga: Plus Minus Duduk di Atas dan Bawah Saat Naik Bus Tingkat

Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakangtheaustralian.com.au Ilustrasi kecelakaan tanpa seat belt belakang

Founder & Training Director Jakata Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, memakai sabuk pengaman hanya bagian atas, sama saja menghilangkan fungsi keselamatannya kalau terlibat kecelakaan.

“Kalau begitu, sabuk pengaman tidak menahan dari pinggul kiri ke kanan. Itu sama saja fungsi seatbelt tidak berguna atau berfungsi,” kata Jusri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (27/6/2020).

Jusri mengatakan, adanya perilaku tersebut mengindikasikan kalau sabuk pengaman hanya sebagai aturan, bukan kebutuhan dari keselamatan. Sedangkan kalau dia punya persepsi kebutuhan keselamatan dai sebuah perjalanan, maka perilaku seperti itu.

Baca juga: 5 Motor Sport Bekas di Bawah Rp 10 Jutaan, Thunder Dijual Rp 2 Jutaan

“Ini bisa disebabkan karena persepsi yang salah dan orang tidak tahu. Penggunaan sabuk pengaman kan fungsinya mengurangi risiko cedera serius saat terlibat kecelakaan berat,” ucap Jusri.

Namun jika menggunakan sabuk hanya pada bagian atasnya saja, pengemudi bisa merosot saat terjadi kecelakaan. Bagian pinggul yang tidak tertahan bisa menyebabkan cedera yang lebih parah saat terlibat kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.