Pandemi Memukul Industri Sepeda Motor Nasional

Kompas.com - 12/06/2020, 08:02 WIB
Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak. ISTIMEWAEkspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memukul industri sepeda motor nasional. Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) menyatakan, total market tahun ini akan turun drastis ketimbang tahun lalu.

Ketua Umum AISI, Johannes Loman mengatakan, sulit untuk menentukan capaian penjualan motor nasional pada 2020. Namun, disepakati total market tahun ini akan selisih sekitar 40-45 persen ketimbang 2019.

"Minggu lalu kita rapat di AISI, kita coba perkirakan total market, susah sekali untuk menentukannya karena segala sesuatunya terus bergerak, tapi dari kesepakatan kita di AISI total market diperkirakan akan turun 40-45 persen, jadi diperkirakan akan 3,6-3,9 juta unit," katanya dalam sesi tanya jawab daring, Kamis (11/6/2020).

Baca juga: Penjualan Motor Bekas Hancur Kena Imbas Pandemi Covid-19

Yamaha R25 terbaru hadir dengan beberapa perubahanKompas.com/Setyo Adi Yamaha R25 terbaru hadir dengan beberapa perubahan

Kesepakatan itu jauh lebih besar dari prediksi Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto pada awal April 2020. Hari mengatakan, berdasarkan perhitungan saat itu bisa terjadi penurunan antara 25 persen sampai 30 persen.

"Tapi saya harapkan kalau kondisi lebih baik akan bisa lebih baik. Harapan kita tidak lebih buruk. Itu yang kita lihat," kata Loman.

Loman mengatakan, selain penjualan dalam negeri catatan ekspor tahun ini juga akan terkoreksi. Meski tidak menyebut angka secara rinci, alasannya ialah negara lain juga terkena pandemi.

"Secara ekspor terjadi penurunan karena negara-negara yang kita tuju juga mengalami permasalahan yang sama yaitu soal pandemi. Memang saya lihat pandemi ini sesuatu yang sangat dahsyat jadi kalau bertahan kita harus saling bahu membahu," katanya.

Suzuki Nex IIKOMPAS.com / Gilang Suzuki Nex II

Baca juga: Penjualan Motor Kuartal I Turun, Ekspor Masih Konsisten

Mengutip data AISI awal tahun, penjualan motor nasional pada tiga bulan pertama Januari-Maret 2020, atau sebelum kasus terinfeksi Covid-19 pertama diumumkan pada Maret, penjualan motor sudah turun sedikit.

Catatannya, Januari-Maret 2020 penjualan motor nasional mencapai 1.570.464 unit. Padahal pada periode sama 2019, realisasinya mencapai 1.681.454 unit.

Di saat yang sama, walau penjualan dalam negeri turun, ekspor justru naik. Januari-Maret 2020, ekspor motor dari Indonesia naik sekitar 18 persen, dari 182.653 unit pada 2019 jadi 215.357 unit pada 2020.

Tapi catatan positif ekspor tersebut itu hancur karena pandemi Covid-19.

"Pandemi ini cukup memukul masyarakat, baik di luar atau masyarakat kita. Optimisme kita harus bangkit, saya yakin setiap ada musibah ada hikmahnya, kita diingatkan untuk bekerja lebih rapih, teliti, hati-hati, yang nantinya akan jadi bekal kita dikemudian hari saat ekonomi dan bisnis sudah baik," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X