Tak Pakai Masker, Driver atau Penumpang Gojek Bisa Batalkan Pesanan

Kompas.com - 10/06/2020, 14:22 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah pandemi virus corona dan tantangan menuju new normal, penyedia layanan on demand seperti Gojek terus berinovasi meningkatkan layanan kepada konsumen.

Paling terakhir, Gojek telah menyediakan status suhu tubuh dan kebersihan kendaraan di aplikasi pada layanan GoRide.

SVP Transport Marketing Gojek Monita Moerdani, mengatakan, sejak awal pandemi pihaknya telah menyiapkan berbagai macam protokol kesehatan yang komprehensif.

Baca juga: Mobil Keluaran Terbaru Tak Perlu Dipanaskan, Mitos atau Fakta?

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya di Stasiun Tanah abang, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online dengan penumpangnya di Stasiun Tanah abang, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pandemi pastinya tidak mudah, banyak sekali protokol kesehatan, perlengkapan aturan berkendara yang sudah kami informasikan, untuk memastikan keamanan itu optimal,” ujar Monita, dalam konferensi virtual (10/6/2020).

Gojek juga mewajibkan pemakaian alat pelindung diri seperti masker selama perjalanan, baik untuk driver maupun konsumen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kedua belah pihak berhak membatalkan pesanan jika ada yang tidak memakai masker. Selama perjalanan bisa membuat laporan di aplikasi Gojek,” ucap Monita.

Baca juga: Operasi Ketupat Selesai, Polisi Masih Razia PSBB dan SIKM di 33 Titik

Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi ojek online dengan penumpangnya melintas di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tak kalah penting, Gojek juga tengah mempertimbangkan untuk mewajibkan penggunaan sekat partisi sesuai standar pemerintah.

Menurut Monita, penggunaan sekat partisi ini akan mulai diuji coba mulai hari Rabu 10 Juni 2020.

“Apa yang kami lakukan pada uji coba hari ini, tentunya hasilnya akan kami sampaikan juga ke regulator supaya kita bisa memutuskan bersama-sama solusi yang terbaik seperti apa,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X