Boleh Angkut Penumpang Lagi, Ojek Online Terapkan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 08/06/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi ojek online, tarif baru ojek online ShutterstockIlustrasi ojek online, tarif baru ojek online
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta sudah memberikan lampu hijau kepada ojek online ( ojol) maupun pengkolan, untuk kembali mengangkut penumpang terhitung mulai Senin (8/6/2020).

Dengan catatan, pengemudi wajib untuk mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas atau membawa penumpang.

Asosiasi pengemudi ojek berbasis aplikasi yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua ( Garda) Indonesia menyambut baik kebijakan dari pemerintah tersebut.

Garda pun berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari pemerintah.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Ganti Merek Oli Bisa Merusak Mesin?

Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono, mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan sejak Pemprov DKI mengumumkan bahwa ojol diperbolehkan mengangkut penumpang di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) transisi.

Pengemudi Ojek Online menggunakan partisipasi pembatas berbahan plastik untuk mengurangi kontak fisik dengan penumpangDOKUMEN PRIBADI Pengemudi Ojek Online menggunakan partisipasi pembatas berbahan plastik untuk mengurangi kontak fisik dengan penumpang

“Mulai besok kami sudah bisa kembali beroperasi seperti biasanya yaitu boleh lagi mengangkut penumpang, namun karena ini masa pandemi Covid-19 ada tambahan harus mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2020).

Igun menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengemudi ojol di bawah naungan Garda Indonesia agar mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun asosiasi.

Jangan sampai ada pengemudi yang justru mengabaikan protokol kesehatan sehingga bisa berdampak buruk bagi kelangsungan ojol ke depannya.

Baca juga: Ini Aturan Tingkat Kebisingan Knalpot Motor, Melanggar Didenda Rp 250.000

“Tujuannya adalah agar tidak ada penilaian bahwa ojol tidak bisa menjalankan protokol kesehatan di masa PSBB transisi ini,” ucapnya.

Jika hal itu terjadi, Igun mengatakan, dikhawatirkan pemerintah kembali memperketat operasional ojol dan mencabut kebijakan boleh mengangkut penumpang tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X