Cegah Pemudik, Polisi Perketat Penjagaan Kendaraan

Kompas.com - 19/05/2020, 09:12 WIB
Sejumlah anggota Polres Sukabumi Kota  melakukan pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Cibolang, Sukabumi, Jawa Barat,  Selasa (23/5/2019) malam. KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah anggota Polres Sukabumi Kota melakukan pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Cibolang, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (23/5/2019) malam.
Penulis Ari Purnomo
|

SEMARANG, KOMPAS.com - Menjelang hari raya Idul Fitri, jumlah kendaraan yang melintas di berbagai daerah tidak mengalami peningkatan signifikan.

Sebagai contoh di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, jumlah kendaraan yang masuk rata-rata masih sama dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan, jumlah kendaraan tidak mengalami peningkatan seperti tahun sebelumnya saat menjelang Lebaran.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Knalpot Mobil Keluar Air Tandanya Mesin Sehat?

“Kondisi di lapangan masih fluktuatif tidak ada peningkatan signifikan atau masih relatif landai, termasuk di Pos Mangkang dan juga di gerbang tol (GT) Kalikangkung,” kata Endro saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Endro memperkirakan tidak adanya peningkatan jumlah pemudik ini disebabkan mereka yang merantau sudah pulang lebih awal semenjak adanya isu larangan mudik.

Satlantas Polres Jembrana memeriksa para pengendara di Pos Penyekatan larangan mudik.Istimewa Satlantas Polres Jembrana memeriksa para pengendara di Pos Penyekatan larangan mudik.

“Kemungkinan mereka sudah pulang satu atau dua bulan sebelumnya, sebelum adanya larangan mudik itu,” ucapnya.

Meski jumlah kendaraan tidak mengalami peningkatan, Endro menambahkan, penyekatan kendaraan yang akan masuk maupun keluar wilayah Semarang semakin diperketat.

Salah satunya tetap menggunakan prosedur sebagaimana larangan mudik, yakni pengendara yang akan melintas diwajibkan membawa surat keterangan.

Baca juga: Pengendara yang Mudik ke Jatim Modal Hasil Rapid Test Belum Tentu Lolos

“Membawa surat keterangan dari kepala desa, kemudian surat keterangan sehat. Bagi yang sudah membawa surat lengkap diperbolehkan melintas,” ujarnya.

Sebaliknya, mereka yang tidak membawa surat tidak diperkenankan untuk masuk wilayah Semarang dan diminta untuk putar balik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X