Dilarang Mudik, Jasa Marga Tetap Optimalkan Pelayanan Jelang Lebaran

Kompas.com - 14/05/2020, 08:02 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di  tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada aturan dilarang mudik dalam suasana larangan mudik di tengah pandemi corona ( Covid-19), namun PT Jasa Marga (Persero) melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad, tetap melakukan persiapan operasional layanan Lebaran 2020.

Reza Febriano, Jasamarga Metropolitan Tollroad Division Head, memastikan pelayanan di ruas Tol Jagorasi, Jakarta-Tangerang-Cengkareng, JORR, Cipularang, dan Padaleunyi, akan tetap dioptimalkan.

" Layanan operasional jalan tol meliputi, transaksi, lalu lintas, konstruksi, dan tempat istirahat akan tetap kami jaga dengan mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Termasuk penggunaan alat pelindung diri bagi para petugas di lapangan, guna mewujudkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," kata Reza dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2020).

Baca juga: Kembali Beroperasi, Bus AKAP Justru Bisa Rugi

Untuk transaksi, kebutuhan gardu operasi di seluruh gerbang tol dipastikan terpenuhi untuk mencegah antrean. Mulai dari peralatan, genset 24 jam, penyiagaan personil tapping, dan penambahan mobile reader serta penyiagaan tekni peralatan.

Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

Pada segi lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan strategi dan upaya percepatan penanganan gangguan di lajur, pengamanan di lokasi rawan gangguan Kamtibnas, dan memastikan kendaraan layanan berserta sarana prasarana dalam kondisi baik. Selain itu juga mempercepat informasi melalui variable message sign (VMS), VMS mobile, CCTV dan kanal informasi lainnya.

Dari segi konstruksi, sesuai instruksi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR), Jasa Marga akan melakukan pemberhentian kegiatan proyek di jalan tol mulai H-3 (21 Mei 2020 pukul 00.00) sampai H+2 (25 Mei 2020 pukul 24.00).

Baca juga: Begini Aturan Bawa Penumpang Mobil Saat Mudik Lokal di Jabodetabek

Hal ini termasuk menyiagakan tim sapu lubang yang bersiaga 24 jam, penyiagaan water tank untuk ketersediaan air bersih, serta menyiapkan tim khusus percepatan penanganan gangguan pada proyek jalan tol di bawah koordinasi Jasamarga Metropolitan Tollroad.

Sedangkan layanan rest area, Jasa Marga memastikan layanan telah memenuhi protokol penanganan Covid-19 dengan menyiapkan check point di akses masuk guna melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh, jaga jarak penumpang, dan penggunaan masker.

Area peristirahatan dan singgah di beberapa ruas titik jalan tol yang memberlakukan pengunjung hanya singgah 30 menit, Jakarta, Rabu (13/5/2020).Dokumentasi Jasa Marga Area peristirahatan dan singgah di beberapa ruas titik jalan tol yang memberlakukan pengunjung hanya singgah 30 menit, Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Selain itu, dilakukan juga batasan 50 persen dari jumlah lahan parkir yang tersedia, membuat marka jaga jarak di tempat umum seperti pujasera, restoran, toilet, dan mushala, serta penyediaan pos pengaman, menyiapkan ruang khusus atau isolasi, juga memastikan tidak ada pungli.

Guna memastikan layanan operasional berjalan baik, Jasa Marga juga menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi antrean atau kepadatan lalu lintas di jalan tol. Berkoordinasi dengan Kepolisian, akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan seperti:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X