Kompas.com - 08/05/2020, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan komponen pada kendaraan yang sangat vital, karena bersentuhan langsung dengan kendaraan. Seiring masa penggunaannya, ketebalan ban juga akan berkurang, kerap disebut botak atau aus.

Terutama jika kendaraan sering digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, ternyata untuk umur karet pembungkus pelek ini relatif beragam.

On Vehicle Test PT. Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal, mengatakan, sudah menjadi hal yang wajar jika umur ban mobil tidak bisa habis secara bersamaan.

Salah satu penyebabnya adalah cara berkendara, sebab setiap orang memiliki cara berkendara yang berbeda, ada yang agresif, namun ada juga yang santai. Maka dari itu, opsi rotasi ban menjadi salah satu pilihan agar habis ban merata.

Baca juga: Ada Kelonggaran Transportasi, Bus AKAP Tetap Dilarang

“Cara berkendara seseorang juga berpengaruh pada keausan ban yang tidak merata. Kecepaan, akselerasi yang berlebihan juga mempengaruhi,” ujar Zulpata kepada Kompas.com belum lama ini.

IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

Penyebab lainnya dipengaruhi oleh beban yang dibawa oleh kendaraan. Semakin berat beban yang dibawa, otomatis akan mempengaruhi umur karet ban.

Baca juga: Tips Punya Dana dari Jual Mobil Tanpa Bikin Operasional Terlantar

“Misal, untuk kendaraan tertentu seperti MPV. Bobot kendaraan lebih ke belakang kalau muatannya penuh, jadi itulah alasan kenapa ban tidak merata,” kata Zulpata.

Di samping itu, beban kerja ban juga berpengaruh pada tingkat keausan. Seperti beban berat pada bagian roda depan yang bekerja maksimal saat berbelok atau bermanuver.

Salah satu penyebab yang juga sering disepelekan menurut Zulpata adalah tekanan udara pada ban. Padahal, selain bisa berbahaya saat dikendarai karena bisa menyebabkan pecah ban, tekanan udara juga berpengaruh pada keausan ban.

“Agar tekanan udara pada ban harus disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan kendaraan. Dengan begitu, umur ban juga bisa lebih terjaga,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.