Siasati PSBB, Rawat Busi Motor di Rumah Aja

Kompas.com - 20/04/2020, 08:42 WIB
Cek busi motor sendiri saat WFH NGKCek busi motor sendiri saat WFH

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih di rumah aja selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) bisa mendatangkan kebosanan. Bagi pemilik sepeda motor bisa menyiasati kebosanan dengan melalukan perawatan busi.

Busi yang terawat akan memberikan kesehatan pembakaran pada mesin. Perawatan pada busi juga tidak sulit, bahkan bisa dilakukan sendiri tanpa perlu ke bengkel.

Baca juga: PSBB, Pabrik dan Diler Isuzu Resmi Berhenti Sementara

"Kuncinya cukup rajin servis karena kondisi ruang bakar yang sehat membuat busi lebih awet. Sering-sering juga perhatikan kondisi kepala busi. Kalau sudah ada kerak sebaiknya diganti," kata Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ilustrasi elektroda ground Ilustrasi elektroda ground

Diko menambahkan, dalam merawat busi perhatikan gejala elektroda aus. Salah satu gejala yang dapat dideteksi ialah mesin sepeda motor susah hidup.

Memang penyebab mesin motor sulit menyala bukan hanya disebabkan oleh busi saja. Ada banyak kemungkinann yang bisa terjadi.

Namun, apabila motor mulai susah dihidupkan baik dalam kondisi mesin dingin atau malah sudah panas, maka tidak ada salahnya mulai perhatikan kondisi kesehatan busi.

Lakukan pembersihan pada busi. Bentuk busi terbaik adalah bentuk awal seperti saat beli baru, yakni apabila elektroda busi masih kotak sebagai tanda belum mengalami keausan.

Baca juga: Pelanggar PSBB Hanya Dapat Surat Teguran, Situasinya Dilematis

Jika bagian elektroda sudah mulai kotor karena endapan karbon, cukup bersihkan dengan cara menyemprot bagian tersebut dengan cairan yang bersifat non-metal, seperti brake cleaner. Tidak perlu gunakan amplas untuk menghilangkan keraknya.

"Hindari pula memakai cairan yang bersifat abrasif terhadap karat, karena cairan tersebut akan mengikis permukaan plating ataupun elektroda busi," ujar Diko.

Jangan lupa cek tingkat keausan busi. Elektroda busi adalah bagian yang paling cepat terkikis, karena menjadi tempat terjadinya api pada ruang bakar. Apabila elektroda sudah aus maka busi perlu diganti.

Idealnya, penggantian busi disesuaikan dengan acuan jarak tempuh, antara 15.000 km sampai 20.000 km.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X