Jalanan Sepi karena PSBB, Waspada Kejahatan Mengintai Saat Berkendara

Kompas.com - 19/04/2020, 08:41 WIB
Ilustrasi berkendara. ThinkstockIlustrasi berkendara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat beberapa ruas jalan di Jakarta menjadi sepi dan menjadi peluang terjadinya tindak kejahatan di jalan raya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, dalam situasi jalan yang sepi seperti ini memang memberikan peluang lebih untuk para pelaku kejahatan melakukan aksinya.

“Oknum penjahat biasanya melakukan pengamatan terlebih dahulu kepada pengemudinya yang akan dijadikan target. Misal, jenis kelamin rata-rata perempuan, pengemudi yang sudah lanjut usia, perhiasan yang dikenakan, barang bawaan, dan jumlah penumpang yang ada di dalam kabin,” ujar Sony ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (18/04/2020)

Baca juga: Saat PSBB Diterapkan, Masih Banyak Pengguna Kendaraan yang Tak Pakai Masker

Sony melanjutkan, “biasanya kriteria tersebut masuk hitungan mereka, kemudian mereka akan mencari celah dan kesempatan untuk melakukan aksinya,”

Saat berkendara ada berbagai modus yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Misal, ban mobil dibocorkan, pencegatan atau bahkan provokasi.

Sony berpesan, ketika pengemudi sedang berada dalam situasi seperti ini sebaiknya ia tetap jalan dan jangan berhenti, kemudian arahkan ke kendaraan ke kantor polisi terdekat atau tempat yang ramai dan ada perugas keamanan.

Ilustrasi berkendara mobil di jalanTelegraph Ilustrasi berkendara mobil di jalan

Ketika sudah tiba di rumah, pemilik mobil sebaiknya juga tidak lengah dan tetap memperhatikan keadaan sekitar.

Post driving atau kondisi dimana pengemudi sudah sampai di rumah, biasanya mereka akan lengah. Karena sudah merasa aman tiba di rumah, padahal di sinilah banyak pelaku kejahatan yang melakukan aksinya,” kata Sony.

Baca juga: Knalpot Motor Ngelitik Usai Dipakai, Ini Alasannya

Menurut Sony banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghidari kejahatan di jalan raya.

“Ketika mengemudi sebaiknya hanya membawa hal yang penting-penting saja, jangan menggunakan perhiasan yang bisa mengundang kejahatan. Selain itu, jangan bepergian sendirian. Bawa serta rekan atau keluarga dalam bepergian,” ujar Sony.

Sony melanjutkan, “Jaga jarak antar kendaraan juga merupakan hal yang penting untuk melakukan escaping apabila kepepet. Kemudian, arahkan tujuan dan hidari lokasi yang dikira rawan kejahatan.”

Sesampainya di rumah jangan langsung turun buka pagar, gunakan alat komunikasi (telpon, klakson) dengan orang rumah.

Jangan ragu untuk segera mengunci diri di dalam kabin mobil dan bunyikan klakson panjang untuk mengundang perhatian orang sekitar jika terjadi kecelakaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X