Kompas.com - 15/04/2020, 14:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi Indonesia saat ini yang masih dilanda virus corona atau covid-19 membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap di rumah dan tidak bepergian.

Masyarakat yang tidak berpergian membuat pengusaha otobus (PO) mengurangi armadanya karena sepi penumpang. Lalu saat ini juga diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi jumlah penumpang dalam satu bus.

Bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang beroperasi saat PSBB hanya boleh mengisi 50 persen dari total kapasitas dari kursinya. Melihat trayek bus AKAP yang cukup jauh, pengurangan kapasitas dari penumpang belum bisa menutupi operasionalnya.

Baca juga: Harga Mobil Bekas Anjlok, Lebih Banyak Orang Jual daripada Beli

bus isi bensinKompas.com/Fathan Radityasani bus isi bensin

Misalnya bus AKAP dengan trayek Wonosari – Jakarta peulang pergi (PP) harus mengisi bahan bakar solar 450 liter, untuk biaya tol Rp 825.000 PP, cuci bus dua kali Rp 100.000, penyusutan ban oli dan suku cadang Rp 400.000 setiap PP, belum termasuk gaji pengemudi dan kernetnya.

Adi Prasetyo, Direktur Operasional PO Maju Lancar yang memiliki trayek tersebut, mengatakan, untuk kelas yang beroperasi juga hanya VIP dan eksekutif. Armada yang berangkat juga hanya satu bus.

“Misalnya untuk rute Tangerang biasa yang jalan itu enam armada, saat ini hanya satu saja. Begitu juga ke trayek lain, hanya satu armada yang berangkat,” ucap pria yang biasa disapa Didit kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Kabar Jimny Diproduksi di India, Ini Kata Suzuki Indonesia

Jika dihitung, untuk isi solar dengan trayek di Wonosari – Jakarta harus mengeluarkan Rp 4,2 juta ditambah biaya lainnya menjadi Rp 6,1 juta untuk pulang pergi. Sedangkan bus hanya bisa diisi oleh setengah dari kapasitasnya.

Untuk harga tiket kelas eksekutif dihargai Rp 235.000 dan maksimal memuat 14 orang sekali jalan. Untuk yang VIP dihargai Rp 195.000 dan maksimal memuat 16 orang. Jika ditotal jumlah pendapatan dari penjualan tiket, belum bisa menutupi biaya operasional.

Belum lagi karena imbauan untuk tetap di rumah dan tidak bepergian, penumpang bus juga tidak terisi penuh. Selain itu harga tiket bus dipastikan naik untuk menutupi biaya operasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.