Imbas Pandemi Covid-19, MotoGP Bekukan Pengembangan Mesin

Kompas.com - 08/04/2020, 14:06 WIB
Pebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP) LILLIAN SUWANRUMPHAPebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jadwal MotoGP 2020 yang mulai terkatung-katung semenjak pandemi covid-19 atau corona, membuat penyelenggaraan balapan musim ini jadi terancam.

Pihak MotoGP pun mengambil langkah untuk mengurangi pengeluaran tim akibat krisis ekonomi selama penyebaran virus, yakni dengan membekukan pengembangan mesin musim ini.

Dengan pembekuan tersebut, artinya tahun depan yakni MotoGP 2021 akan tetap memakai mesin 2020. Regulasi ini berlaku untuk pabrikan non- konsesi, yakni Honda, Ducati, Yamaha, dan Suzuki.

Baca juga: Dorna Mulai Pesimistis MotoGP Musim 2020 Bisa Bergulir

Presiden IRTA, Herve Poncharal, yang juga bos tim Tech3 mengatakan, sampai akhir 2021, pebalap akan memakai motor dengan spek yang sama dengan yang terakhir dihomologasi online belum lama ini.

Aprilia MotoGPAprilia MotoGP Aprilia MotoGP

“Kami semua sepakat memakai spek 2020, dimana spek itu adalah yang ada di motor yang kami bawa ke Doha, Qatar kemarin. Mesin, aero, akan dibekukan sampai akhir 2021,” katanya mengutip Crash.net, Rabu (8/4/2020).

Poncharal mengatakan, keputusan ini akan membantu pabrikan dalam situasi sulit. Adapun untuk tim, bisa menekan banyak biaya karena musim 2021 memakai motor yang sama.

Baca juga: Mugello dan Catalunya Resmi Diundur, ini Jadwal MotoGP 2020 Terbaru

Di satu sisi, kebijakan ini dinilai akan menguntungkan pabrikan konsesi yakni KTM dan Aprilia, karena empat pabrikan lain yang punya dana dan sumber daya manusia lebih besar tertahan regulasi.

“Mereka tak bisa memanfaatkannya. Di atas kertas, konsesi tidak berubah tapi aku yakin hal itu tak berpengaruh, sekarang semuanya tidak ingin mengeluarkan banyak uang, tapi menyelamatkan perusahaannya,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Crash
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X