Cara Suzuki dan Daihatsu Lindungi Karyawan Pabrik dari Ancaman Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 12:53 WIB
Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu. KOMPAS.com / FEBRI ARDANIIlustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) tak melarang aktivitas produksi pabrik selama masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Namun demikian, ada protol kesehatan yang harus dipatuhi oleh sejumlah agen pemegang merek (APM).

Pedoman ini pun dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019.

Isi dari edaran itu lebih ke sisi pelaksanaan teknis saat perusahaan harus tetap melakukan aktivitas produksi di pabrik.

Mulai dari pengecekan suhu badan, penggunaan masker, larangan berkerumun, dan lain sebagainya.

Proses produski pabrik Honda di Sayama Proses produski pabrik Honda di Sayama

Baca juga: Diskon Mitsubishi Xpander Tembus Rp 20 Juta

Menanggapi kewajiban itu, beberapa APM sebelumnya justru sudah lebih dulu menerapkan hal tersebut. Salah satunya seperti PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang mengatakan sudah menerapkan hal tersebut di tiga lokasi pabriknya.

"Sebenarnya kami sudah menerapkan hal itu sejak awal adanya wabah. Mulai dari cek suhu badan, kelengkapan APD tambahan seperti masker, sampai melakukan pembersihan di lingkungan kerja juga," ujar Direktur Pemasaran Roda Empat PT SIS Donny Saputra, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.M Lulut Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.

"Bahkan ada beberapa hal yang kami tambahkan, seperti melakukan senam sehat baik di lingkungan pabrik ataupun kantor ketika pagi hari," kata dia.

Namun demikian, untuk menjamin kesehatan karyawan dan mematuhi aturan pemerintah, Suzuki Indomobil Motor (SIM) juga akan menghentikan sementara produksinya selama dua pekan, mulai dari 13-24 April 2020. Penghentian sementara ini berlaku di tiga lokasi pabriknya, yakni Tambun, Cakung, dan Cikarang.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

Demikian juga dengan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang telah menerapkan pengurangan jam kerja serta hanya berproduksi dengan satu shift. Jadwal masuk kerja pun bergantian selama dua hari sekali agar menghindari kerumuman di pabrik.

Seorang warga sedang dicek suhu tubuh menggunakan senjata termometer saat memasuki supermarket di Shanghai, China.AFP Seorang warga sedang dicek suhu tubuh menggunakan senjata termometer saat memasuki supermarket di Shanghai, China.

Amelia Tjandra, Corporate Planning & Communications Director PT ADM, mengatakan beberapa fasilitas baru untuk menjaga kebersihan ikut dihadirkan.

Dari membuat tempat cuci tangan yang mudah dijangkau, pengecekan suhu tubuh sampai mengubah fasilitas kebijakan kesehatan bagi karyawan dalam rangka meningkatkan imunitasnya.

Tak hanya itu karyawan yang mengalami demam pun sudah disediakan klinik kesehatan, bahkan bila perlu diberikan tes Covid-19 untuk memastikan kondisinya.

"Karyawan merupakan aset Daihatsu yang harus dilindungi. Kami berkomitmen memberikan rasa aman yang optimal di masa pandemi Covid-19. Salah satu alasan kami tidak meliburkan selama dua pekan juga agar karyawan tidak ada yang mudik, karena itu kami pilih metode kerja seperti tadi," ucap Amel.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X