Mudik Tak Dilarang, Bisnis Rental Mobil Harapkan Ada Peningkatan

Kompas.com - 03/04/2020, 18:12 WIB
Ilustrasi Toyota Kijang Innova TAMIlustrasi Toyota Kijang Innova
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis rental mobil jadi salah usaha yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Sejumlah perusahaan sewa kendaraan mengaku telah mengalami penurunan omzet sejak Maret lalu.

Menjelang bulan puasa dan lebaran yang bakal berlangsung Mei mendatang, tren penyewaan mobil biasanya mengalami peningkatan. Namun di tengah wabah yang tengah merebak seperti sekarang, keadaannya belum bisa diprediksi.

“Jadi pengumuman boleh mudik baru kemarin diumumkan, Cuma dari masyarakat belum ada respon lagi,” ujar Kisnanto Hadi Pribowo, Manajer Operasional PT Semesta Bolo Transindo (Sembodo Rent Car), kepada Kompas.com (3/4/2020).

Baca juga: Begini Pilihan Opsi Relaksasi Kredit yang Diberikan FIF Group

Suasana parkir di sebuah perusahaan rental kendaraan atau sewa mobilTribunnews.com Suasana parkir di sebuah perusahaan rental kendaraan atau sewa mobil

“Sejauh ini mobil di pool masih ready banyak, yang keluar hanya unit kontak jangka panjang, sementara yang pesan sejak awal tahun untuk keperluan di tengah tahun atau akhir tahun, belum membatalkan,” kata Bowo.

Menurutnya, informasi soal diperbolehkannya mudik masih simpang siur. Apalagi ada kabar bagi warga yang tidak mudik bakal dapat kompensasi. Hal ini membuat masyarakat masih banyak yang pikir ulang untuk mudik.

Sementara itu, Vina Marketing Manager salah satu perusahaan rental di Jakarta, mengatakan, musim libur lebaran bisa menjadi peluang usaha rental mendapat peningkatan konsumen, usai diterpa penurunan efek dari virus corona

Baca juga: Daftar Harga Mobil Eks Taksi, Mulai Rp 60 Jutaan Bisa Dapat Sedan

Salah satu rental mobil di Jepang.NIKKEI Salah satu rental mobil di Jepang.

“Biasanya situasi saat lebaran ada kenaikan, rental-rental juga menyediakan paket lebaran. Tapi melihat kondisi sekarang saya tidak begitu yakin,” ucap Vina.

“Seumpama transportasi publik dibatasi, harapannya usaha rental kendaraan bisa meningkat. Karena akan lebih aman menggunakan kendaraan rental ketimbang kendaraan umum,” kata Vina.

Vina juga berharap, sektor rental kendaraan yang ikut kena imbas virus corona, bisa mendapat dukungan dari pihak perusahaan pembiayaan, terlebih usai Presiden RI Joko Widodo menyebut ada relaksasi kredit kendaraan.

"Hal ini tentunya dapat menjadi perhatian khusus oleh perusahaan pembiayaan bank atau non-bank, agar melaksanakan instruksi Presiden Jokowi, di tengah pandemi virus corona seperti saat ini," jelas Vina.

Vina mengaku pihaknya sempat bermasalah dengan pihak ketiga (debt collector) dari perusahaan pembiayaan.

Sejak Covid-19 merebak di Indonesia, perusahaan rental mobil adalah termasuk sektor yang kena imbas.

Ini berefek pada kelanjutan bisnis, termasuk masalah dengan perusahaan pembiayaan. Dirinya sangat berharap bisa mendapatkan kebijakan relaksasi mengenai penangguhan kredit kendaraan, sesuai yang sudah diatur oleh pemerintah dan berlaku mulai 1 April lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X