Kompas.com - 31/03/2020, 08:22 WIB
Mobil dan truk pengangkut alat kesehatan dari Pesawat TNI C-130 Hercules menuju rumah sakit di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). Alat-alat kesehatan yang dibawa dari China untuk penanganan covid-19, yakni disposable mask, masker N95, APD, kacamata goggle, sarung tangan, pelindung sepatu, termometer infrared, dan lainnya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMobil dan truk pengangkut alat kesehatan dari Pesawat TNI C-130 Hercules menuju rumah sakit di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). Alat-alat kesehatan yang dibawa dari China untuk penanganan covid-19, yakni disposable mask, masker N95, APD, kacamata goggle, sarung tangan, pelindung sepatu, termometer infrared, dan lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, banyak masyarakat yang diminta untuk tetap tinggal di rumah, bahkan bekerja di rumah. Namun di luar itu, ada pekerjaan yang terus berjalan, salah satunya pengemudi truk.

Pengemudi truk terus bekerja untuk mengirim logistik dan bahan-bahan lain. Namun, penyebaran virus corona ini juga berdampak ke pengiriman barang, ada yang naik dan turun.

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), mengatakan, ada dampak pada volume pengiriman barang di tengah wabah corona ini.

Baca juga: Pahami Arti dari Angka dan Huruf di Tuas Transmisi Mobil Matik

truk bawa baranginvestor.id truk bawa barang

“Sektor pengiriman barang berupa makanan, minuman, kesehatan, alat-alat sanitasi, dan kebersihan volumenya naik berkisar 20 sampai 30 persen. Namun pada sektor lainnya, ada penurunan cukup dalam, 30 sampai 40 persen,” ucap Kyatmaja saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun seiring dengan tetap bekerja para pengemudi, Kyatmaja menyayangkan sulitnya mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD). Padahal bisa dikatakan pengemudi memiliki tugas yang penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Toyota Starlet Mau Hidup Lagi?

“APD seperti masker, hand sanitizer, dan semprotan disinfektan saat ini jumlahnya masih kurang memadai. Kita bertugas untuk tetap menyuplai barang agar kebutuhan masyarakat tetap ada,” kata Kyatmaja.

Pengemudi truk bisa dibilang rawan tertular virus corona. Pekerjaannya yang menemui banyak orang seperti di gudang dan mengirimkan barang, bisa jadi tertular dari orang yang ditemui saat bekerja. Khawatir pengemudi juga menularkan ke orang lain.

“Kita juga menghimbau pabrik dan gudang agar menambah tempat cuci tangan,” ujar Kyatmaja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X