Mengenang Bebek Legenda Suzuki Shogun di Indonesia

Kompas.com - 24/03/2020, 09:02 WIB
Suzuki Shogun Kebo Foto: MotorplusSuzuki Shogun Kebo

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kisah Suzuki di Indonesia tidak lepas dari bebek legenda, Shogun. Motor yang berarti jenderal dalam bahasa Jepang itu merupakan salah satu ikon bagi penjualan Suzuki.

Alasan ini juga yang menjadikan masih tersisa pecinta Suzuki Shogun di Indonesia.

Awalnya Shogun di posisikan sebagai motor underbone alias bebek 4-tak kelas entry level 110cc. Tapi kemudian setelah era 2-tak mulai redup, Suzuki berubah strategi dan membuat Shogun jadi naik kelas mengusung mesin lebih besar 125cc. 

Baca juga: Shogun, Kisah Sukses Suzuki di Motor Bebek

Suzuki Shogun Foto: OLX Suzuki Shogun

Shogun

Suzuki Shogun pertama kali meluncur pada 1995. Mengusung kode FD110, saat itu Shogun menggebrak dengan desain yang meruncing, menjadi lawan bagi Honda Astrea Grand atau Yamaha Crypton.

Shogun generasi ini mengusung desain bodi serupa Tornado, perbedaannya ada pada mesin. Suzuki Shogun menggunakan mesin 4-tak, sedangkan Tornado 2-tak.

Shogun versi pertama meluncur memakai rem teromol depan belakang yang eksis dari 1995-1997.

Setelah itu Suzuki menyegarkan Shogun dengan rem cakram di depan. Model ini eksis dari 1997-1999. Selain rem cakram, Shogun tahun ini juga mengalami ubahan di mesin terutama kruk as.

Hal menarik dari Shogun edisi pertama ini,  yaitu Capacitor Discharge Ignition (CDI) yang banyak dicari mekanik balap. Alasannya CDI lansiran model ini tanpa limiter.

Suzuki Shogun 110RFoto: Zombiedrive moto Suzuki Shogun 110R

Shogun 110R

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X