Mengingat 3 Merek Motor yang Menyerah di Indonesia

Kompas.com - 24/03/2020, 07:42 WIB
Bengkel spesialis Bajaj Pulsar yang berlokasi di Jalan Pondok Kelapa. Ghulam/OtomaniaBengkel spesialis Bajaj Pulsar yang berlokasi di Jalan Pondok Kelapa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia juga dikenal dengan warganya yang banyak menggunakan sepeda motor. Meski demikian, tidak semua merek yang dipasarkan di Tanah Air berhasil menarik minat konsumen.

Ada beberapa merek yang terpaksa menyerah alias gulung tikar karena produknya tidak laris di pasaran. Jangankan merek asing, merek yang sudah terkenal seperti Honda atau Yamaha pun juga memiliki produk yang gagal di pasaran.

Baca juga: 3 Motor Suzuki yang Inovasinya Gagal Menarik Minat Konsumen

Berikut 3 merek motor yang gulung tikar di Indonesia:

Bajaj Pulsar 180 menerima corak warna baru.Indianautosblog Bajaj Pulsar 180 menerima corak warna baru.

1. Bajaj

Bajaj Auto menggebrak pasar roda dua di Indonesia pada tahun 2006. Pabrikan asal India ini bermain sendiri dengan mengeluarkan motor berkapasitas 180 cc. Inovasi yang dibawa oleh Bajaj bisa dibilang luar biasa pada masanya.

Salah satu fitur yang tak bisa dilupakan adalah mematikan lampu sein secara otomatis saat setang diluruskan. Jadi, tidak ada alasan untuk lupa mematikan lampu sein.

Selama beroperasi di Indonesia, Bajaj hanya meluncurkan enam model. Pada tahun 2013, Bajaj resmi angkat kaki dari Indonesia.

Baca juga: 3 Motor Yamaha yang Gagal di Indonesia

Minerva Megelli 250 RE & RVdok.Minerva Minerva Megelli 250 RE & RV

2. Minerva

PT Minerva Motor Indonesia muncul di Indonesia pada tahun 2007 . Setahun berikutnya, PT Minerva Motor Indonesia melakukan Co-Branding and Joint Venture Manufacturing dengan Sachs Fahrzeug –und Motorentechnik. Selanjutnya, motor ini lebih dikenal dengan Minerva Sachs.

Ada beberapa model yang diluncurkan, mulai dari skuter matik (skutik), motor sport naked, dan motor sport full fairing. Selama dipasarkan, Minerva sering dipertanyakan, buatan China, Indonesia, atau Jerman.

Tidak ada pernyataan resmi dari pihak Minerva mengenai kejelasan nasibnya. Tapi, di tahun 2015, manajemen yang sama meresmikan kerja sama untuk menjadi distributor resmi motor asal Austria, KTM. Sejak itu, kiprah Minerva sudah tidak terdengar lagi.

Motor Kanzenyudibatang.com Motor Kanzen

3. Kanzen

Persepsi negatif masyarakat Indonesia terhadap produk buatan China sangat kuat di tahun 2000-an. Tak heran, merek motor Kanzen sering kali dikira produk buatan negeri Tiongkok. Padahal, Kanzen diklaim sebagai produk lokal.

Kanzen terpaksa gulung tikar pada tahun 2010 karena produknya tak diminati masyarakat. Penjualannya terus mengalami penurunan. Bahkan, di akhir-akhir pemasarannya, penjualan Kanzen per bulan diklaim kurang dari 1.000 unit.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X