Indonesia Belum Punya Regulasi Soal Baterai Mobil Listrik

Kompas.com - 07/03/2020, 15:30 WIB
Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menungkapkan, aturan pendukung untuk mempercepat penciptaan ekosistem kendaraan bermotor berteknologi listrik alias battery electric vehicle (BEV) di Indonesia sebentar lagi rampung.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, aturan pendukung tersebut salah satunya adalah tentang uji tipe kendaraan listrik.

"Bagian saya untuk turunan aturan mobil listrik itu ada dua, pertama terkait uji tipe dan uji berkala. Saat ini, tentang rancangan uji tipe sudah tinggal satu langkah lagi selesai. Tinggal harmonisasi oleh Kemenhumkam," katanya di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Tiga Perbedaan Uji Tipe Kendaraan Listrik dan Konvensional

Desain kendaraan listrik kerja sama Toyota dan Subaru Toyota Desain kendaraan listrik kerja sama Toyota dan Subaru

Budi menyebut, saat ini draft uji kendaraan listrik sudah berada di meja Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Usai dilakukan kajian lanjut, maka rancangan itu tinggal ditandatangani Menteri Perhubungan untuk diterbitkan jadi Peraturan Menteri (PM).

Adapun hal-hal yang diatur pada uji tipe kendaraan listrik itu nanti, lanjut dia, ialah mengenai standar pengujian baterai, kabel bertegangan tinggi, hingga urusan voltse dan akumulator.

"Uji tipe kendaraan listrik itu dasarnya sama saja (dengan kendaraan konvensional), tapi yang belum kita lakukan adalah pengujian untuk daya baterai dan listriknya. Sebab, belum ada regulasinya," kata Budi.

"Sementara untuk uji berkala, ini untuk kendaraan umum bus dan truk, tunggu yang uji tipe selesai dahulu. Kita akan upayakan supaya cepat selesai," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X