Usai Geneva Motor Show, New York Auto Show Juga Terancam Batal

Kompas.com - 02/03/2020, 07:42 WIB
Ilustrasi pameran otomotif New York International Auto Show carscoopsIlustrasi pameran otomotif New York International Auto Show

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif dunia sedang diguncang, setelah salah satu pameran otomotif ternama Geneva Motor Show harus dibatalkan, karena virus corona yang dikenal sebagai COVID-19.

Sedianya pameran tersebut berlangsung pada 7-17 Maret 2020, namun setelah dipastikan batal, kini perhatian beralih ke New York Auto Show yang dijadwalkan bergulir 10-19 April 2020.

Sama halnya dengan Geneva Motor Show, New York Auto Show juga menjadi tempat ketika orang-orang dari seluruh dunia berkumpul untuk menyaksikan peluncuran teknologi atau produk terbaru dari berbagai merek otomotif dunia.

Baca juga: Cari Mobil Diesel Bekas, Masih Ada yang Lebih Murah dari Panther

Pameran otomotif Geneva batal akibat virus Coronawww.gims.swiss Pameran otomotif Geneva batal akibat virus Corona

Terkait dengan penyebaran virus corona, New York Auto Show juga terancam dibatalkan. Padahal pameran ini merupakan event penting karena sudah diselenggarakan sejak awal 1900-an dan menjadi pameran otomotif pertama di Amerika Utara.

Dilansir dari Carscoops, penyelenggara New York Auto Show sampai saat ini masih terus berkomunikasi dengan pejabat negara bagian dan pengelola arena pameran Javits Convention Center.

“Sampai saat ini tidak ada rencana untuk membatalkan pameran tersebut,” tulis keterangan resmi penyelenggara New York Auto Show.

Baca juga: Hajatan Sampai Tutup Jalan Raya, Bagaimana Aturannya?

Ilustrasi pameran otomotif Geneva Motor Showwikipedia.org Ilustrasi pameran otomotif Geneva Motor Show

“Javits Center mengambil tindakan untuk membantu mencegah penyebaran virus, mereka akan melakukan hal yang sama untuk melindungi peserta pameran dan pengunjung,” katanya.

Dengan batalnya Geneva Motor Show, spekulasi yang berkembang di luar tentu saja New York Auto Show akan bernasib sama.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, virus corona belum menyebar di sana.

Namun saat ini mereka sedang menyelidiki kemungkinan virus corona tertular dari komunitas, meski seseorang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa waktu terakhir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X