Bolehkah Beli Mobil atau Motor dengan Harga Off The Road?

Kompas.com - 24/02/2020, 12:02 WIB
Ilustrasi pameran mobil Stanly/OtomaniaIlustrasi pameran mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna memudahkan calon konsumen untuk mendapatkan kendaraan bermotor, agen pemegang merek (APM) di Indonesia biasanya memasang harga on the road (OTR) pada produk yang ditawarkan.

Harga OTR merupakan harga mobil beserta biaya pengurusan kelengkapan surat-surat seperti BPKB, STNK, hingga pajaknya (PKB dan BBN-KB). Sehingga, calon konsumen tak perlu dipusingkan untuk mengurus dokumen jalan dan biaya tambahannya.

Di sisi lain, pada produk tertentu APM hanya memberikan informasi harga off the road atau harga berdasarkan nilai jual kendaraan terkait, belum ditambah biaya pengurusan surat jalan. Hal ini kerap ditemui di kendaraan mewah atau CBU (completely built up).

Baca juga: Ini Istilah On The Road dan Off The Road dalam Membeli Kendaraan

Ilustrasi Transaksi pembelian mobil di dealershutterstock Ilustrasi Transaksi pembelian mobil di dealer

Lantas, bisakah calon konsumen beli mobil dengan harga off the road pada produk yang telah memiliki OTR?

"Di diler kami, semuanya menjual kendaraan dengan harga OTR. Kalau off the road itu biasanya diberikan untuk hadiah undian yang mana konsumen yang membayar perpajakannya. Ini terkait legalitas jalan," kata Direktur Inovasi Bisnis dan Pemasaran PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berdasarkan aturan yang berlaku, setiap kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan harus teregistrasi dan bayar pajak. Kami pada dasarnya membantu untuk hal tersebut," lanjutnya.

Hal sama juga dipaparkan Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy. Namun ia tak menampik bahwa ada konsumen yang beli mobil secara off the road.

Baca juga: Alasan APM Jual Mobil atau Motor dengan Harga Off The Road

Ilustrasi diler Toyota. blog.al.com Ilustrasi diler Toyota.

"TAM itu distributor, kita menjual unit ke diler resmi. Jadi kalau pembelian off the road, diler yang memutuskan. Itu bisa saja, kalau pembelian untuk kebutuhan tertentu (seperti hadiah)," kata dia.

Namun, pengurusan dokumen jalan kendaraan bakal cenderung lebih lama dibanding beli mobil atau motor secara OTR.

"Tidak masalah (beli kendaraan secara off the road), di diler ada biro jasa pengurusan surat-surat. Cara pembelian seperti itu tergantung kebijakan diler, kami (APM) tidak ikut campur. Apalagi di wilayah masing-masing biasanya ada perbedaan harga karena perbedaan pajak. Tapi memang sedikit memakan waktu (beli dengan off the road)," kata M Abidin, General Manager Aftersales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada kesempatan terpisah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.