Ini Risiko Lakukan Over Credit Secara Diam-diam

Kompas.com - 24/02/2020, 10:51 WIB
Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 Daihatsu Xenia di GIIAS 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada pilihan masa pembayaran atau tenor tak jarang konsumen kesulitan membayar tagihan tiap bulan. Jika sudah ''mentok'' maka jalan keluarnya ialah menjual mobil atau sepeda motor saat masih mencicil.

Pola seperti ini sering disebut over credit. Persoalan di lapangan, tak jarang yang melakukan over credit di bawah tangan. Pembeli yang sedang mencicil langsung menjualnya ke tangan kedua untuk melanjutkan pembayaran.

Baca juga: Banyak Orang Kaya yang Beli Mobil dengan Kredit, tapi...

Head Sales Area 1 Toyota Astra Finance (TAF) Argha Fachsa, menjelaskan jika ingin melakukan over credit maka sebaiknya pembeli pertama dan pihak kedua memberitahukan kepada pihak leasing atau lembaga pembiayaan.

"Kustomer kalau mereka ingin over credit kita sarankan mereka untuk tetap datang ke kantor. Membawa pihak yang membeli, kemudian kita akan assessment terhadap penerima over credit itu layak atau tidak," kata Argha di BSD, Tangerang, belum lama ini.

Test drive Xpander Cross di Bali (4-5 Februari 2020)Kompas.com - AFH Test drive Xpander Cross di Bali (4-5 Februari 2020)

Argha mengatakan, pada dasarnya pihak leasing tidak akan mempersulit konsumen yang ingin melakukan over credit jika sudah sulit membayar.

" Over credit secara resmi akan kami fasilitasi. Jadi tidak di bawah tangan," katanya.

Argha mengatakan, proses yang dibutuhkan tidak memakan waktu. Setelah konsumen pertama dan kedua datang, pihak leasing akan melakukan penaksiran. Jika sesuai maka langsung bisa berpindah tangan.

Baca juga: Beli Mercy Bekas Taksi, Bisa Kredit Mulai Rp 2 Jutaan

"Kita sarankan kustomer datang kemudian proses secara benar, karena tahapannya mudah, dia datang kemudian assessment, langsung, jadi tidak sulit. Bisa langsung H plus 1 atau 2 sudah bisa over credit," katanya.

Risiko

Argha mengatakan, penting bahwa pihak leasing mengetahui penerima over credit. Jangan sampai ketika unit sudah pindah tangan, pihak kedua malah tidak bisa melanjutkan kewajibannya. Sebab dampaknya akan ditanggung pembeli pertama.

"Karena nama konsumen pertama yang bakal jelek. Leasing adalah lembaga yang ada di bawah pengawasan OJK, seandainya ada yang seperti itu pasti akan tercatat, dan itu akan membuat reputasinya jelek di bank," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X