Setel Kopling Mobil Jangan Sembarangan, Ini Efeknya

Kompas.com - 16/02/2020, 14:35 WIB
Injakan kopling ngelos, pertanda ada masalah pada aliran minyak kopling. Otomania-Donny AprilianandaInjakan kopling ngelos, pertanda ada masalah pada aliran minyak kopling.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Melakukan penyetelan kopling mobil manual memang bisa dilakukan sendiri tanpa harus datang ke bengkel. Tetapi, untuk melakukannya juga tidak bisa sembarangan.

Penyetelan harus memperhatikan tingkat kerenggangan dari setelan. Pasalnya jika setelan kopling tidak pas akan memberikan dampak pada performa mobil.

Tidak hanya itu, setelan kopling juga bisa berpengaruh pada keawetan komponen mobil itu sendiri. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna kepada Kompas.com belum lama ini.

Suparna mengatakan, untuk penyetelan kopling ini harus pas jangan terlalu mepet dan juga jangan terlalu longgar. Jika penyetelan kopling terlalu mepet akan akan berpengaruh pada performa atau power mobil.

Baca juga: Penting Ganti Minyak Kopling Secara Rutin

“Kalau terlalu mepet saat pedal kopling diinjak sedikit sudah beroperasi, sehingga saat dilepas kadang tidak terlalu bebas. Masih ada slip pada kopling seperti menekan terus-terusan,” katanya.

Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling. Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling.

Kondisi ini, lanjutnya terjadi karena antara kopling dan cover kopling belum terbebas sepenuhnya.

Meskipun, saat pengoperasian terasa enak karena pedal tidak perlu diinjak terlalu dalam, tetapi hal ini akan berimbas pada komponen kopling.

“Tetapi kalau itu kondisinya parah, biasa terjadi selip terus-terusan dan tenaga mobil pun juga akan berkurang. Hal ini disebabkan karena tenaga yang disalurkan tidak penuh atau 100 persen,” ucapnya.

Baca juga: Buang Kebiasaan Kaki Kiri Menempel di Pedal Kopling, Ini Akibatnya

Hal ini terjadi lantaran masih adanya slip kopling meskipun pedal kopling sudah dilepaskan. Sebaliknya, Suparna menambahkan, jika setelah kopling terlalu longgar kopling tidak bisa bekerja sempurna.

Meskipun pedal kopling sudah diinjak secara penuh tetapi kopling masih belum terbebas secara 100 persen.

“Bisa jadi yang terbebas mungkin hanya 70 persen sampai dengan 80 persen saja, jadi tidak bisa 100 persen,” katanya.

satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.Ghulam/Otomania satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.

Jika setelah kopling seperti ini efeknya adalah saat melakukan perpindahan gigi melalui tuas transmisi maka akan keras. Hal ini dikarenakan gigi transmisi belum sinkron sepenuhnya.

“Penyetelan ini juga bisa menyebabkan sejumlah komponen cepat rusak, terutama pada komponen gigi percepatan atau transmisi,” kata Suparna.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X