Buang Kebiasaan Kaki Kiri Menempel di Pedal Kopling, Ini Akibatnya

Kompas.com - 16/02/2020, 12:25 WIB
Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual. Youtube/MaxresdefaultPosisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.
Penulis Ari Purnomo
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Banyak pengemudi mobil manual yang masih mempunyai kebiasaan menaruh atau meletakkan kaki kiri di atas pedal kopling.

Padahal kebiasaan tersebut sangat tidak disarankan, karena bisa mempercepat kerusakan pada komponen mobil terutama pada bagian kopling.

Pedal kopling yang terus ditekan meski dengan kekuatan ringan akan berimbas pada tenaga yang dirilis oleh kopling.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan, saat kaki kiri diletakkan pada pedal kopling bisa membuat kopling merilis sekitar 20 persen.

“Biasanya ini dilakukan oleh pengemudi pemula atau para ibu-ibu, jadi meskipun hanya diletakkan kopling tetap merilis 20 persen. Kalau 100 persen sekalian malah tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Ganti Kampas Kopling Mobil Jangan Setengah-setengah!

Suparna menambahkan, kondisi ini jika terus dilakukan akan membuat kopling cepat aus. Hal ini disebabkan kopling menjadi slip saat mesin bergerak plat kopling dan flywheel, cover kopling menyatu.

satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.Ghulam/Otomania satu set perangkat kopling yang sudah mengalami kerusakan.

“Hal itu membuat kopling menjadi tergerus, tergesek, setiap kali mobil terpakai. Seharusnya kopling baru akan tergerus saat terjadi perpindahan gigi,” ucapnya.

Suparna mengatakan, saat mengemudikan mobil sebaiknya kaki tidak terus-terusan diletakkan di atas pedal kopling. Selain membuat kaki lebih cepat lelah juga akan berdampak pada usia komponen kopling mobil.

Selain meletakkan kaki kiri pada pedal kopling, penyebab lain pendeknya usia kopling adalah keseringan memindahkan transmisi.

Baca juga: Ganti Kopling Set Mobil Manual, Jangan Tunggu Sampai Selip

Menurut Suparna, untuk menjaga usia kopling lebih awet sebaiknya tidak terlalu sering berganti gigi.

“Usia rata-rata kopling mencapai 80.000 kilometer, tetapi karena perilaku itu bisa jadi sebelum masa usia itu kopling sudah harus diganti,” katanya.

Toyota C-HR Hybrid lagi servis di bengkel resmi Auto2000 di Banyuwangi.                               Toyota Toyota C-HR Hybrid lagi servis di bengkel resmi Auto2000 di Banyuwangi.


Kemudian, sering menggunakan setengah kopling juga berpengaruh pada keausan kopling lebih sering menggunakan setengah kopling maka membuat kopling akan lebih cepat aus.

“Tidak apa-apa menggunakan setengah kopling, tetapi jangan sering-sering menggunakannya hanya insidentil saja. Misalkan saat berada di tanjakan untuk mengantisipasi mobil agar tidak melorot,” katanya.

Jika tidak perlu dilakukan, Suparna menyarankan lebih baik menggunakan rem tangan atau parking brake. Penggunaan itu akan bisa memperpanjang usia kopling.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X