Banyak Tim MotoGP Belum Pakai Alat Akali Start, Ada Risikonya

Kompas.com - 16/02/2020, 09:24 WIB
Yamaha sedang uji coba Holeshot Device. Peter McLarenYamaha sedang uji coba Holeshot Device.

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim lalu, Ducati membuat heboh dengan penggunaan alat bantu start yang dinamakan holeshot device. Alat ini sebenarnya bukanlah barang baru, tapi tidak ada yang cukup berani untuk menggunakannya.

Holeshot device adalah alat yang lebih dulu populer di ajang balap motocross. Alat yang dipasang di sokbreker depan ini akan mengunci sokbreker saat posisi sokbreker tertekan. Sehingga, resiko ban depan terangkat (wheelie) bisa diminimalisir saat start.

Baca juga: Yamaha Contek Alat Start yang Sama dengan Ducati

Di MotoGP juga sebenarnya alat ini tidak benar-benar baru. Sebab, Honda pernah juga menggunakannya kira-kira 12 tahun lalu. Posisinya juga sama, diletakkan di sokbreker depan. Namun, karena alasan tertentu Honda tidak menggunakannya lagi.

Yamaha sedang uji coba Holeshot Device.Peter McLaren Yamaha sedang uji coba Holeshot Device.

Direktur Honda Racing Corporation ( HRC) Tetsuhiro Kuwata, mengatakan, alat bantu start tersebut belum memberikan keuntungan yang besar, maka itu tidak lagi digunakan.

"Tapi, jika kami tidak yakin, kami akan terus mengembangkan sistemnya. Kami juga tidak tahu kapan akan bisa menggunakannya. Tapi, kami juga mempertimbangkan mengenai alat tersebut," ujar Kuwata, saat ditanya Kompas.com, di sela-sela presentasi Repsol Honda Team, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Mike Leitner, manajer tim KTM, alat yang digunakan Honda memiliki kelemahan. Dari sisi keamanan, holeshot device tersebut tidak bisa digunakan di segala kondisi.

"Di motocross, start dilakukan dengan pebalap di barisan yang sama. Tapi di MotoGP, jika start dari posisi keempat, maka harus bisa menghindari pebalap yang ada di depan saat alat tersebut digunakan," kata Leitner, dikutip dari Speedweek.com.

Baca juga: Honda Belum Mau Ikutan Pakai Alat Bantu Start

Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli, mengatakan, di MotoGP alat tersebut tidak begitu membantu dibandingkan di motocross. Selain itu, resikonya juga cukup besar jika holeshot device yang digunakan tidak berfungsi.

"Bobot tambahan dari alat tersebut yang dibawa sepanjang balapan, ditambah dengan komplikasi dan resiko jika alatnya bermasalah menjadi alasan para pabrikan tidak menggunakannya," kata Cecchinelli.

Cecchinelli menambahkan, sekarang ini kompetisinya jauh lebih ketat dibanding dulu. Sekarang, semua orang berani mengambil resiko besar untuk keuntungan kecil.

"Jika holeshot device tidak berfungsi dan terkunci secara permanan, pada dasarnya balapan Anda sudah selesai," ujar Cecchinelli, kepada Crash.net.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X