Ini Alasan Pengendara Moge Gemar Sunmori

Kompas.com - 16/02/2020, 09:01 WIB
Pengendara moge Honda yang riding menuju Penang, Malaysia. IstimewaPengendara moge Honda yang riding menuju Penang, Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sunday Morning Ride (Sunmori) seakan sudah menjadi tradisi bagi para pengendara motor, terutama bagi para pengendara motor berkubikasi besar atau yang biasa disebut moge ( motor gede).

Pengendara moge biasanya memang identik dengan suara knalpot yang menggelegar dan melaju kencang, tidak jarang hal ini membuat pengendaranya mendapat stempel arogan di masyarakat.

Baca juga: Suzuki RGR 150, Nostalgia Motor Dua Tak Era Nineties

Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion ajang sunmori memang kerap di dominasi oleh pengendara moge.

“Hal ini bisa dikarenakan waktu mereka yang hanya bisa berkumpul saat minggu pagi, berbeda dengan klub motor lainnya yang punya banyak waktu untuk berkumpul setiap hari atau pada malam hari,” ujar Agus kepada Kompas.com Sabtu (15/02/2020)

Beberapa biker peserta HUT Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kedu, di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 29-31 Juli 2016.Kontributor Magelang, Ika Fitriana Beberapa biker peserta HUT Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kedu, di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 29-31 Juli 2016.

Selain itu, kondisi jalanan di Jakarta pada hari biasa tidak memungkinkan mereka menggunakan moge sebagai alat transportasi, mengingat banyak moge sering mengalami overheat apabila terjebak kemacetan lalu-lintas.

Inilah yang menjadi penyebab banyak pengendara moge yang memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.

Hal ini dilakukan agar suhu mesin bisa normal kembali, terutama bagi motor yang tidak memiliki sistem pendingin radiator seperti Harley-Davidson.

Baca juga: Pasar SUV Murah Kian Ramai, Ini Cara Honda Hadapi Rival Termasuk XL7

Sebenarnya sah-sah saja jika para pengendara moge melakukan sunmori, selama tidak membuat kemacetan di jalan raya dan dilakukan dengan tertib.

“Bagi mereka yang hobi turing tetapi tidak punya waktu, bisa menjadikan sunmori sebagai wadah penyaluran hobinya,” ujar Agus.

Setyo Sukaryo Yamaha Academy On Road dan Off Road mengatakan, selama sunmori tidak dijadikan ajang show off untuk kebut-kebutan, ataupun berkendara tanpa perlengkapan safety hal tersebut tidak menjadi masalah.

"Hal yang penting tidak kebut-kebutan, serta selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap," jelas Setyo.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X