Jangan Banyak Gaya, Jalan Raya Bukan buat Cornering Motor

Kompas.com - 16/02/2020, 08:42 WIB
Ajang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Marco Bertorello / AFP) MARCO BERTORELLOAjang balap motor listrik MotoE di MotoGP. (Photo by Marco Bertorello / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Insiden kecelakaan pengendara sepeda motor yang melakukan aksi cornering di tikungan jalan raya sepertinya sudah menjadi hal biasa.

Kawasan Monas, Jakarta Pusat, menjadi salah satu tempat sering dilakukannya aksi miring-miring atau cornering dalam kecepatan tinggi.

Tidak hanya di Jakarta, kawasan Lembang Jawa Barat juga kerap dijadikan tempat aktivitas cornering yang sudah banyak menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Suzuki RGR 150, Nostalgia Motor Dua Tak Era Nineties

Setyo Sukaryo, Trainer Yamaha Academy On Road dan Off Road angkat bicara, menurutnya hal ini terjadi karena banyak rider yang memiliki energi berlebih, tetapi tidak memiliki tempat atau fasilitas yang murah untuk meluapkannnya.

“Pada akhirnya fasilitas publik yang menjadi korban dan digunakan untuk cornering,” ujar Setyo kepada Kompas.com, Sabtu (15/02/2020)

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion, akibat dari aksi menikung atau meniru pebalap di sirkuit ini banyak pengendara lain yang menjadi korban.

“Kasus cornering ini sebenarnya sudah sering terjadi dan banyak memakan korban. Kebanyakan dari mereka yang melakukan hal tersebut sebenarnya hanya ingin menyalurkan hobi balapnya, namun karena ketidak pahaman dan tempat yang memadai jadi disalurkan di jalan raya,” ujar Agus.

Mantan pebalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco sudah menunggangi motor balap Red Bull KTM pada tes pramusim pertama MotoGP 2019 di Valencia, Selasa (20/11/2018).twitter.com/motogp Mantan pebalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco sudah menunggangi motor balap Red Bull KTM pada tes pramusim pertama MotoGP 2019 di Valencia, Selasa (20/11/2018).

Baca juga: Pasar SUV Murah Kian Ramai, Ini Cara Honda Hadapi Rival Termasuk XL7

Untuk hal ini memang sebaiknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah, aparat, masyarakat dan stake holder lainnya untuk dapat memberikan edukasi, fasilitas dan penindakan agar tidak menimbulkan korban jiwa lainnya dikemudian hari.

Agus juga menambahkan, cornering itu bukan hal yang sembarangan. Ini harus diawasi oleh orang yang profesional karena ada trik khusus, dan cara yang aman dilakukan saat ingin melakukan cornering.

Senada dengan Agus, Setyo juga menjelaskan bahwa cornering itu membutuhkan skill dan teknik.

“Ketika ingin cornering harus menggunakan safety line bukan racing line, kemudian kurangi kecepatan sampai dengan kecepatan aman sebelum melakukan cornering dan tidak disarankan mengoperasikan kopling dan rem. Tentunya bukan di jalan raya, tapi di sirkuit,” ujar Setyo

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X