Honda: Membentuk Tim Lebih Susah daripada Cari Pebalap

Kompas.com - 11/02/2020, 12:35 WIB
Pebalap AHRT saat Launching AHRT Skuat 2020, pada Selasa (04/02/2020), di Hotel Shangri-La, Jakarta. Fikria HidayatPebalap AHRT saat Launching AHRT Skuat 2020, pada Selasa (04/02/2020), di Hotel Shangri-La, Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Honda Motor (AHM) dan sekolah balap bentukannya Astra Honda Racing School (AHRS) punya mimpi besar untuk mengantarkan para pebalap muda Indonesia tampil di kejuaraan dunia.

Misi itu sebetulnya sudah tercapai dengan hadirnya Dimas Ekky serta Andi Gilang yang musim ini turun full series di GP Moto2. Termasuk juga Mario Suryo Aji yang turun laga di CEV Moto3 World Championship.

Baca juga: Alasan AHRT Terjun ke Balapan Garuk Tanah

Andi GilangFoto: Istimewa Andi Gilang

Bedanya tiga nama tersebut balapan memakai tim lain bukan Astra Honda Racing Team ( AHRT). Sebab saat ini AHRT masih berada di level Asia di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC).

Pencapaian AHRT pun sebenarnya tidak bisa dianggap remeh. Meski terbilang tim baru, para pebalapnya seperti Gerry Salim dan Rheza Danica berhasil menyabet gelar juara umum AP250 beberapa kali.

Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, saat ini tim AHRT masih bertahan di kelas Asia, dan belum terpikir membuat tim di tingkat kejuaraan yang lebih tinggi.

Manajemen Astra Honda Motor bersama dengan Mario Suryo Aji saat Launching AHRT Skuat 2020, pada Selasa (04/02/2020), di Hotel Shangri-La, Jakarta.Fikria Hidayat Manajemen Astra Honda Motor bersama dengan Mario Suryo Aji saat Launching AHRT Skuat 2020, pada Selasa (04/02/2020), di Hotel Shangri-La, Jakarta.

"Kami punya mimpi besar seperti itu. Hanya saja saat ini tim kami masih berada di ARRC, sedangkan untuk membentuk tim besar di ajang seperti itu kami perlu waktu," kata Inuma belum lama ini.

Baca juga: Honda Belum Mau Ikutan Pakai Alat Bantu Start

Inuma mengatakan, alasan tidak membentuk tim di kejuaraan yang lebih tinggi kelas dunia karena membutuhkan managemen serta sumber daya baik uang, manusia dan waktu yang tidak sedikit.

Dimas EkkyFoto: Instagram/Dimas Ekky Dimas Ekky

"Untuk saat ini membentuk tim lebih sulit daripada saat ini kami kerjakan yaitu membina dan mendidik anak muda jadi pebalap. Membentuk tim lebih susah daripada rider," katanya.

Meski demikian Inuma mengatakan mempunyai tim sendiri di ajang dunia ialah mimpi AHM ke depan. Mungkin memang belum bisa dilakukan saat ini, tapi bisa dilakukan di generasi yang akan datang.

"Contoh tim yang saat ini paling sukses ialah HRC. Adapun jika saat ini melihat ke mereka perbandingan kita sangat besar, dan butuh waktu sangat panjang. Tapi kami belajar dan berusaha seperti mereka," katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X