[POPULER OTOMOTIF] Khasiat Sampo pada Wiper Mobil | Virus Corona Menyerang Industri Otomotif

Kompas.com - 28/01/2020, 06:02 WIB
Bosch Wiper Clear Advantage dengan teknologi flat blade boschBosch Wiper Clear Advantage dengan teknologi flat blade

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik mobil ada trik khusus untuk ketika mengisi air wiper. Anda bisa menambahkan sedikit cairan sampo agar kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Selain itu, informasi yang tidak kalah menarik soal virus Corona. Industri otomotif di China ikut terserang karena banyak pabrik mobil di sejumlah kota di sana.

Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Senin 27 Januari 2020:

1. Khasiat Sampo pada Wiper Mobil

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

Wiper merupakan alat yang penting ketika hujan. Tugasnya yaitu untuk menyapu air yang ada pada kaca depan atau belakang. Sebagai alat yang sering digunakan, wiper termasuk suku cadang yang harus diganti secara berkala karena punya usia pakai.

Deki, Head Marketing dari bengkel 1 Station, mengatakan, kalau wiper termasuk fast moving parts yang memiliki umur pemakaian yang tidak lama. Ada cara untuk merawat wiper agar kondisinya maksimal dan bisa dipakai sedikit lebih lama.

“Wiper itu biasanya setahun sudah harus ganti, agar sapuan airnya maksimal dan tidak meninggalkan bekas air. Cara merawatnya yaitu mengisi air wiper dengan cairan yang memang khusus untuk wiper,” ucap Deki kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Khasiat Sampo pada Wiper Mobil

2. Ganti Kunci Immobilizer Bisa Habis Jutaan Rupiah, Ini Alasannya

Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizerKompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer

Kebanyakan mobil baru saat ini sudah dilengkapi dengan fitur smart key system.
Secara fungsi, fitur ini bisa memudahkan pemilik kendaraan karena tak lagi perlu mengunakan anak kunci saat akan membuka atau menyalakan mobil.

Pasalnya, pada smart key system biasanya sudah dilengkapi dengan smart entry dan smart start.

Dengan begitu, pemilik cukup mengantongi remote kunci dan mobil tetap bisa dibuka dengan sentuhan jari karena ada tansmitter atau pemancar dan receiver.

Tapi yang perlu diketahui, smart key system ini berbeda dengan teknologi immobilizer yang digadang-gadang sebagai fitur anti-maling.

Bahkan tak jarang pemilik mobil yang menganggap bila immobilizer dan smart key itu sama dengan hanya melihat dari remotenya saja.

Baca juga: Ganti Kunci Immobilizer Bisa Habis Jutaan Rupiah, Ini Alasannya

3. Virus Corona Menyerang, Otomotif China dan Dunia Lumpuh

Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.

Industri otomotif dan barang mewah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, lumpuh akibat penyebaran dan ancaman virus mematikan Corona.

Kota berpenduduk 11 juta jiwa ini merupakan salah satu pusat industri dan bisnis terbesar di China, sekaligus rumah bagi sejumlah pabrikan otomotif global, di antaranya General Motors (GM), Nissan, Renault, Honda, dan Peugeot PSA Group.

Melansir CNN, kini seluruh produsen otomotif di Wuhan tidak bisa beraktivitas secara optimal. Bahkan, beberapa pabrik di antaranya sudah tutup sejak Kamis (23/1/2020), seperti Renault dan Honda.

Baca juga: Virus Corona Menyerang, Otomotif China dan Dunia Lumpuh

4. Ioniq Jadi Mobil Listrik Termurah, Begini Komentar Hyundai

Sedan listrik Hyundai Ioniq Sedan listrik Hyundai Ioniq

PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) resmi merilis mobil listrik Ioniq di Tanah Air. Menariknya, Ioniq dipasarkan dengan harga off the road sebesar Rp 569 juta.

Bila dibandingkan dengan deretan mobil listrik murni yang sudah dipasarkan lebih dulu di Indonesia, seperti BMW i3S ataupun Tesla, banderol Ioniq menjadi yang termurah. Bahkan disandingkan dengan mobil PHEV pun, Ioniq masih lebih murah.

Menanggapi hal ini, Deputy Marketing Director PT HMI Hendrik Wiradjaja, menjelaskan bila kisaran harga bukan menjadi patokan utama Hyundai untuk meluncurkan Ioniq di Tanah Air.

"Intinya bukan dari harga, tapi lebih menyoal ke edukasinya lebih dulu. Jadi tujuan utamanya kami ingin masyarakat bisa mengenal dulu mengenai teknologi yang kami tawarkan di mobil listrik ini," kata Hendrik saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: Ioniq Jadi Mobil Listrik Termurah, Begini Komentar Hyundai

5. Nasib Suzuki Jimny di Eropa Tak Semanis Indonesia

Suzuki Jimny di GIIAS 2019 Suzuki Jimny di GIIAS 2019

Bila di Indonesia generasi baru Suzuki Jimny cukup sukses dengan antrean pemesanan hingga 12 tahun lebih, di Eropa peredaran SUV legendaris ini justru harus kandas.

Melansir dari Autoevolution, Minggu (26/1/2020), Suzuki akan menghentikan penjualan Jimny di Eropa akibat terbentur masalah regulasi emisi.

Seperti diketahui, Uni Eropa telah menetapkan aturan baru soal standar emisi karbon dioksida ( CO2) yang efektif berlaku pada 2021 mendatang. Dalam aturan tersebut dijelaskan bila gas buang yang diperbolehkan nantinya hanya 95 gram per kilimeter (g/km).

Baca juga: Nasib Suzuki Jimny di Eropa Tak Semanis Indonesia

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X