Virus Corona Menyerang, Otomotif China dan Dunia Lumpuh

Kompas.com - 27/01/2020, 07:02 WIB
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. AFP/HECTOR RETAMALPara staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.


WUHAN, KOMPAS.com - Industri otomotif dan barang mewah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, lumpuh akibat penyebaran dan ancaman virus mematikan Corona.

Kota berpenduduk 11 juta jiwa ini merupakan salah satu pusat industri dan bisnis terbesar di China, sekaligus rumah bagi sejumlah pabrikan otomotif global, di antaranya General Motors (GM), Nissan, Renault, Honda, dan Peugeot PSA Group.

Melansir CNN, kini seluruh produsen otomotif di Wuhan tidak bisa beraktivitas secara optimal. Bahkan, beberapa pabrik di antaranya sudah tutup sejak Kamis (23/1/2020), seperti Renault dan Honda.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Persaingan Avanza dan Xpander | Harga Bekas Motor Sport Anjlok

Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).AFP/HECTOR RETAMAL Seorang pria mengenakan masker saat mengendarai sepeda motor di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

Renault merupakan salah satu pabrikan besar di Wuhan yang memiliki kapasitas produksi 300.000 unit per tahun dengan jumlah pekerja sebanyak 2.000 jiwa. Di sana, Renault memproduksi SUV Kadjar dan Koleos.

Sementara Honda di Wuhan menyumbang sekitar 11 persen terhadap pendapatan grup pada Maret 2019 dan berhasil menjadi salah satu kontributor pendapatan terbesar di Asia.

Menurut juru bicara, keduanya akan membuka kembali pabrik secara normal pada 2 Februari 2020.

Sedangkan GM-SAIC dan PSA Group, meski tidak bisa beraktivitas secara optimal, masih tetap menunggu laporan dan rekomendasi pemerintah China. Namun, bila ada karyawan yang merasa tidak enak badan, dianjurkan untuk tidak datang untuk bekerja.

Baca juga: Tips Melintas di Jalan Aspal saat Kondisi Cuaca Panas

Sebuah mobil melintas di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi karena wabah virus corona yang mematikan di hari pertama tahun baru Imlek, Sabtu (25/1/2020). AFP/HECTOR RETAMAL Sebuah mobil melintas di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi karena wabah virus corona yang mematikan di hari pertama tahun baru Imlek, Sabtu (25/1/2020).

"Yang terpenting adalah kesehatan, produksi adalah yang kedua bagi tim ini," kata juru bicara GM, Jim Cain.

Sebagai informasi, semua pabrikan asing yang memproduksi mobil di China harus memiliki partner lokal, seperti GM dengan SAIC dan Dongfeng Motor Corporation.

Pabrik GM-SAIC di Wuhan memiliki sekitar 6.000 karyawan, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja GM di China. Sementara itu, PSA Group menjual mobil Peugeot dan Citroen sebanyak 117.000 unit tahun lalu.

Selain mobil, perusahaan barang mewah yang biasanya untung besar saat tahun baru Imlek, seperti merek Louis Vuitton dan Gucci, harus siap-siap mengalami penurunan.



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X