Otoped GrabWheels Dibatasi, Ini Reaksi Grab Indonesia

Kompas.com - 01/12/2019, 15:50 WIB
Pada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba. Dokumentasi Instagram The Breeze BSD CityPada 9 Mei 2019 lalu di The Breeze BSD City, Sinarmas Land bersama dengan Grab meluncurkan GrabWheels sebagai solusi mobilitas inovatif ramah lingkungan di BSD City. Layanan ini berbentuk skuter listrik yang bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City dan dapat dinikmati secara gratis selama masa uji coba.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta melarang skuter listrik atau otoped dioperasikan di jalan raya. Alat mobilitas ramah lingkungan itu hanya boleh digunakan di tempat tertentu karena dianggap membahayakan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengaku tidak keberatan. Asalkan, skuter listrik ( GrabWheels) masih boleh digunakan guna mendukung perbaikan udara DKI Jakarta dan menyambut era kendaraan listrik.

"Buat kita, e-scooters itu kategorinya alat mobilitas pribadi, sama seperti sepeda atau skateboard. Terkait aturan tambahan untuk moda transportasi ini, kita welcome. Misal, hanya boleh digunakan di jalur sepeda, kita sambut dengan baik," kata dia di sela-sela pameran IIMS Motobike Expo 2019, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca juga: Survei: Penggunaan Skuter Listrik Lebih untuk Rekreasi

 Sejumlah skuter listrik Grab Wheels diparkirkan di salah satu lokasi parkir GrabWheels di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).KOMPAS.com/HILEL HODAWYA Sejumlah skuter listrik Grab Wheels diparkirkan di salah satu lokasi parkir GrabWheels di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

"Kami pun terus berkoordinasi dengan Dishub dan Kepolisian terkait hal ini dan sampai sekarang positif," ujar Ridzki.

Lebih jauh tentang regulasi yang akan diterapkan untuk skuter listrik, ia belum ingin membahasnya.

"Paling penting, Grab sudah memberikan fitur keamanan yang sesuai dengan peruntukan di Indonesia seperti batas kecepatan 15 kilometer per jam. Kalau scooter pribadi bisa 30 kilometer per jam," katanya.

Selain itu, GrabWheels pun sudah dilengkapi dengan reflektor dan lampu default. Selain itu ada helm yang ada di tempat-tempat penyewaan.

Baca juga: Siap-siap, Mau Ada Pergub Khusus untuk Penggunaan Skuter Listrik

Para pengguna skuter listrik di kawasan GBK Senayanwartakota.tribunnews.com Para pengguna skuter listrik di kawasan GBK Senayan

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sebelumnya menjelaskan pelarangan operasional skuter listrik dijalanan karena membahayakan, termasuk milik Grab yaitu GrabWheels.

"Saat ini seluruh skuter listrik sewa hanya boleh beroperasi di kawasan khusus, setelah mendapatkan izin dari pengelola kawasan, jadi mereka tidak boleh berada di jalan raya," kata Syafrin, Jumat (28/11).

Syafrin mengatakan peraturan itu sudah dikoordinasikan dengan Polda Metro Jaya. Secara spesifik, Syafrin membenarkan pelarangan GrabWheels di jalan raya termasuk di jalur sepeda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X