Disebut Geser Chevrolet di Indonesia, Ini Komentar Wuling

Kompas.com - 13/11/2019, 12:41 WIB
Wuling E200 
Foto: IstimewaWuling E200
|

JAKARTA, KOMPAS.com - GM Indonesia melalui merek Chevrolet memutuskan meyetop penjualan di Indonesia mulai tahun depan. Keputusan itu diambil karena melihat penjualan Chebrolet yang terus turun dari waktu ke waktu.

Ada anggapan, mundurnya Chevrolet dan GM Indonesia merupakan strategi global, lantaran sudah ada Wuling yang merupakan produk SGMW Motor Indonesia. Perusahaan patungan bentukan GM China dan sejumlah perusahaan lain.

Baca juga: Wuling Almaz 7-Seater Geser Varian 5-Seater

Menanggapi hal tersebut, Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors, mengatakan, tidak bisa bicara soal strategi merek lain. Kendati merek-merek tersebut masuk dalam bagian grup besar.

"SGMW, S-nya dari SAIC itu 50,1 persen, kemudian GM China itu 46 persen, sisanya Guangxi. Memang GM China punya share besar di kita, tapi ketika kita datang ke Indonesia itu as the whole as SGMW beda dengan GM yang ada di sini, sehingga perusahaannya juga berbeda. Pertanyaan mengapa GM Indonesia setop lebih baik ditanyakan ke GM," kata Dian di Tangerang, Selasa (12/11/2019).

Chevrolet Captiva Foto: Agoes Gepeka Chevrolet Captiva

Dian memang tidak bisa membatasi dugaan, tapi dia juga tidak bisa bicara soal strategi perusahaan, apalagi jika menyangkut strategi global yang melibatkan eksistensi merek lain di Indonesia.

"Beda brand, beda perusahaan, saya tidak bisa komen untuk Chevrolet dan GM, dan saya tidak bisa komentar terlalu jauh. Mungkin yang paling capable ialah dari GM Indonesia," katanya.

Baca juga: Setelah Berhenti Jualan, GM Indonesia Jamin Servis Chevrolet

Seperti diberitakan, GM yang menjual merek Chevrolet di Indonesia menyatakan untuk menghentikan penjualannya pada akhir Maret 2020. Chevrolet menyusul langkah Ford yang lebih dulu pergi dari Indonesia sejak 2016.

Dalam keterangan resminya, President GM Asia Tenggara Hector Villareal mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan menyeluruh dari berbagai rencana bisnis yang memungkinkan untuk GM Indonesia pada masa depan.

“Di Indonesia, kami tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungn bisnis berkesinambungan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Chevrolet bukan merek pertama yang harus menyerah dan menutup seluruh jaringannya di Indonesia. Sebelum Chevy, ada tiga merek ternama yang melakukan hal sama yakni Infiniti, Ford, dan Subaru.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X