Alasan Kenapa Selama Berkendara Harus Tetap Fokus

Kompas.com - 28/10/2019, 11:02 WIB
Ilustrasi berkendara. ThinkstockIlustrasi berkendara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengemudi yang tak mampu mengendalikan laju mobil jadi penyebab terjadinya kecelakaan Nissan Grand Livina di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/10/2019) dini hari.

Mobil yang sebelumnya dipacu dalam kecepatan tinggi, tidak mampu belok dengan sempurna, hingga akhirnya terus melaju di pertigaan. Mobil akhirnya menabrak sebuah apotek dan menimbulkan kerugian jiwa dan material.

Padahal saat mengendarai kendaraan, pengemudi dituntut untuk fokus dan mengerti kondisi jalan agar selamat di perjalanan.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan di Senopati, Ini Teknik Belok di Pertigaan

Sebuah mobil Nissan Grand Livina dengan pelat nomor B 2794 STF menabrak sebuah apotek di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (27/10/2019) dini hari. Dokumentasi Polda Metro Jaya Sebuah mobil Nissan Grand Livina dengan pelat nomor B 2794 STF menabrak sebuah apotek di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (27/10/2019) dini hari.

“Berkendara harus fokus untuk meminimalisir human error atau kealpaan saat mengemudi,” kata Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kepada Kompas.com (28/10/2019).

Agar bisa fokus, pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Mobil telah diperiksa, tidak mengalami gangguan dan layak jalan.

Selain itu pengemudi juga harus dalam keadaan sehat, tidak sedang mengantuk dan berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Baca juga: Kecelakaan Livina di Senopati Karena Pengemudi Hilang Kendali

Ilustrasi berkendara mobilSHUTTERSTOCK Ilustrasi berkendara mobil

Pengemudi juga harus mengesampingkan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi berkendara.

“Kalau berkendara sendiri, mengantuk itu dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Makanya kalau mengantuk lebih baik istirahat sejenak,” ucap Jusri.

“Sedangkan kalau bersama teman-teman, faktor bercanda atau ngerumpi itu mengganggu konsentrasi. Main smartphone juga bisa bikin risiko kecelakaan meningkat,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X