Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Tujuan Polisi Terapkan Ujian Praktik Elektronik saat Bikin SIM

Kompas.com - 15/10/2019, 07:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Metode pengujian praktik untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam waktu dekat akan lebih modern. Pasalnya, pengetesan dan penilaian tak lagi dilakukan secara manual, namun langsung elektronik dan sistem komputerisasi.

Kepala Seksi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Fahri Siregar, menjelaskan bila pembuatan SIM akan lebih objektif dan persisi dalam proses penilaian yang menentukan lulus atau tidaknya pemohon SIM.

"Intinya, bila dulu saat pengujian semua dilakukan konvensional dan manual dari segi penilaiannya melalui petugas, nanti sudah elektronik dan serba komputerisasi, ucap Fahri saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Ujian Praktik SIM Secara Elektronik Tinggal Menunggu Waktu

Fahri menjelaskan bila sistem tersebut sudah berjalan, maka tak ada lagi petugas di lapangan yang memantau untuk memberikan penilaian bagi pemohon SIM.

Para petugas cukup berada di dalam ruangan untuk melihat akumulasi penilaian dari layar komputer.

unit uji SIM A dan SIM C yang digelar Garda Oto.Febri Ardani unit uji SIM A dan SIM C yang digelar Garda Oto.

Peran petugas, akan digantikan oleh sensor yang akan diletakan pada tiap kun atau patok di jalur pengetesan ujian SIM.

Bila ada peserta yang menyetuh patok tersebut dan terbaca sensor, maka informasinya akan segera diterima oleh petugas di dalam.

Baca juga: Siap-siap Ujian Praktik SIM Bakal Dibuat Secara Elektronik

Sayangya, Fahri belum mau membicarakan lebih detail soal teknis lainnya. Menurut dia, nanti sebelum diluncurkan akan dinformasikan yang lebih detail mengenai electronic driving system atau e-drive tersebut.

Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.KOMPAS.com / Hamzah Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.

"Untuk mejaga orisinalitasnya nanti akan infokan satu minggu sebelum peluncuran resmi. Pada intinya, nanti semua komputerisasi, bila ada notifiksai pembuat SIM yang kena patok dan terbaca sensor, maka bisa langsung gugur. Lebih persisi," kata Fahri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.