[POPULER OTOMOTIF] Penyebab Kecelakaan Truk di Cipularang | Aturan Isi Bensin di SPBU

Kompas.com - 14/09/2019, 07:02 WIB
Truk yang sebabkan tabrakan beruntun di Cipularang Truk yang sebabkan tabrakan beruntun di Cipularang

Baca juga: Ini Alasan Harus Turun dari Motor dan Matikan Mesin saat Isi Bensin

3. Mengenal Exhaust Brake, Rem Tambahan Truk dan Bus di Jalan Menurun

Sebagai kendaraan besar, bus dan truk dilengkapi beberapa fitur untuk mengurangi lajunya. Selain sistem rem utama atau pedal brake, lalu rem tangan atau hand brake, juga ada fitur bernama exhaust brake.

Exhaust brake ini biasanya dipakai sebagai rem bantuan, terutama pada kondisi jalan menurun. Fitur ini memanfaatkan pengereman dari kekuatan putaran mesin, dengan cara memampatkan tekanan gas buang.

Besarnya tekanan gas buang inilah yang akan menahan putaran mesin, yang secara perlahan akan menurunkan kecepatan kendaraan. Pada kendaraan besar, sistem rem ini terbukti dapat memperlambat atau menahan laju kendaraan pada kondisi tertentu.

Baca juga: Mengenal Exhaust Brake, Rem Tambahan Truk dan Bus di Jalan Menurun

4. Mesin Over Running, Penyebab Truk Hino Kecelakaan di Tol Cipularang

Ratusan kendaraan niaga terjaring operasi ODOL di Cipularang Ratusan kendaraan niaga terjaring operasi ODOL di Cipularang

Tabrakan beruntun yang melibatkan hingga puluhan kendaraan di Tol Cipularang Km 91 (2/9/2019), terjadi karena dua truk Hino yang kecelakaan.

Sebelumnya diduga penyebab kecelakaan truk adalah rem blong, namun kabar tersebut langsung dibantah PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), selaku manufaktur Hino yang ikut dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

Prasetyo Adi Yudho, Product Division Head PT HMSI, berujar jika tabrakan beruntun terjadi karena truk paling pertama terguling di jalan tol.

Baca juga: Mesin Over Running, Penyebab Truk Hino Kecelakaan di Tol Cipularang

5. Catat, Ini Syarat Beli Bensin di SPBU Pakai Jeriken

Isi bensin self serviceKOMPAS.com/Ruly Isi bensin self service

Seorang pengendara motor viral di media sosial karena tidak dilayani saat mengisi bahan bakar minyak ( BBM). Pria itu marah karena petugas tidak mau mengisi bensin lantaran tangki motornya sudah dimodifikasi pakai jerigen.

Paimin, Kepala SPBU COCO Pertamina MT Haryono (31.128.02) mengatakan, pada dasarnya mengenai pembelian bensin menggunakan jeriken sudah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Catat, Ini Syarat Beli Bensin di SPBU Pakai Jeriken

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X