Dokumen Uji Layak Truk Banyak Dipalsukan, Kemenhub Bikin Sistem Baru

Kompas.com - 03/09/2019, 17:30 WIB
Suasana sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSuasana sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tabrakan beruntun di Tol Cipularang mendapat sorotan banyak pihak. Pasalnya, kejadian tersebut melibatkan puluhan kendaraan yang sedang melintas dan menimbulkan korban jiwa.

Insiden yang terjadi di Km 91 arah Jakarta tersebut, diketahui karena faktor teknsi terkait permasalahan sistem pengereman truk yang tak berfungsi.

Kejadian ini pun mendapat sorotan banyak pihak, terutama mengenai pengujian layak jalan dari kendaraan-kendaaran niaga khususnya angkutan barang.

Menjawab hal ini, Direktorat Lalu Lintas Jalan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Pandu Julianto, mengatakan memang sampai saat ini masih cukup banyak truk dan bus yang tidak pernah ikut uji layak.

Baca juga: Terlibat Kecelakaan Tol Cipularang, Hino Kirim Tim Investigasi

"Dari segi teknis uji layak sebenarnya itu dilakukan oleh Dinas Perhubungan ( Dishub) pada masing-masing daerah. Nah terkait uji layak, untuk kendaraan muatan barang, ini memang cukup krusial karena faktanya banyak truk yang tidak pernah ikut uji layak, karena itu kami pun sering melakukan operasi ODOL (overdimensi dan overloading) di beberapa ruas tol," ujar Pandu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/9/2019).

Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan 8 orang tewas pada Senin kemarin.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI Petugas Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan 8 orang tewas pada Senin kemarin.

Pandu menjelaskan dari beberapa kasus, sering ditemui adanya pemalsuan dokumen uji layak pada beberapa kendaraan niaga pengangkut barang.

Bahkan, beberapa waktu lalu di Pelabuhan Tanjung Priok pun kepolisian bersama Kemenhub berhasil membongkar sindikat pemalsuan dokumen tersebut.

Sebagai langkah tegas, Kemehub saat ini sedang meyiapkan sistem terpadu untuk mengontrol uji layak kendaraan.

Ke depannya, semua data pengujian kendaraan niaga dan bus akan dilakukan dengan sistem elektronik, sehingga buku manual tidak lagi diberikan.

"Pemalsuan dokumen dan buku manual ini marak terjadi, saat ini sudah kita batasi untuk buku manual, jadi habis September ini sudah tidak terbit lagi. Semua akan diganti dengan elektronik agar memudahkan record datanya," ucap Pandu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X