RX-King 20th Anniversary, Motor Legendaris di Indonesia

Kompas.com - 19/04/2019, 16:42 WIB
Yamaha RX-King 20th AnniversaryOni Faristiwa Yamaha RX-King 20th Anniversary

JAKARTA, KOMPAS.COM - Awak redaksi kali ini coba menghadirkan foto motor-motor spesial (collectible item) dalam bentuk goresan sketsa hasil karya Oni Faristiwa. Liputan karya seni berupa goresan tersebut akan hadir reguler setiap Jumat sore, di kanal otomotif Kompas.com.

Di minggu kedua ini, awak redaksi menghadirkan Yamaha RX King 20th Anniversary. Tak bisa dipungkiri, motor 2-tak yang satu ini menjadi salah satu motor paling legendaris di Indonesia.

Baca juga: Dibanderol Rp 50 juta, Apa Istimewanya RX-King Ini?

Salah satu alasannya adalah karena RX-King juga menjadi motor dengan tahun produksi terpanjang. Pertama kali lahir tahun 1983, RX-King menggantikan produk sebelumnya RX-K, yang masuk ke Indonesia secara CBU (Completely Build-Up). Selanjutnya, Yamaha baru menghentikan produksinya tahun 2008.

Produksinya dihentikan karena emisinya tidak lolos regulasi EURO3. Model RX-King terakhir masih bisa lolos EURO2 karena menggunakan catalytic converter di bagian knalpotnya.

Kehadirannya di Indonesia juga melalui survey dan riset terlebih dahulu. Riset dilakukan oleh perwakilan langsung Yamaha Jepang, yakni Motoaki Hyodo, Chikao Kimata, dan Nobuo Aoshima.

Baca juga: Andre Taulany Jual RX-King, Bonusnya Unik

Hasilnya, mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan motor sport yang gagah, irit, dan memiliki kecepatan serta kekuatan mesin yang luar biasa. Maka diciptakanlah RX-King khusus untuk pasar Indonesia.

RX King edisi khusus dibanderol Rp 50 jutaKompas.com/Setyo Adi RX King edisi khusus dibanderol Rp 50 juta

"Saya ada cerita dengan RX-King. Saya belajar pertama kali motor dengan kopling ya pakai RX-King yang tiba-tiba mogok di tengah perempatan karena terlalu cepat melepas tuas kopling. Pernah juga kehabisan bensin di tengah perjalanan," kenang Oni Faristiwa, perupa sketsa RX-King di atas, kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Sejak awal produksi hingga diskontinu, Yamaha selalu menggunakan kapasitas mesin yang sama, yakni 135 cc. Mesin ini hanya mengalami perubahan yang minim. Perubahan paling minim salah satunya hanya pada kode tipe blok silinder.

Baca juga: Wajarkah Banderol RX-King Sampai Rp 300 Juta?

"Mesin RX-King terkenal gampang dan minim perawatan. Sampai sekarang karburatornya masih dicari untuk dikanibal ke motor lain," ujar pria dengan akun Instagram @_akune tersebut.

Semua mesinnya dibekali teknologi Yamaha Energy Induction System (YEIS) yang membuat RX-King lebih irit bahan bakar sekitar 15 persen dari RX-K, meskipun kapasitas mesin sama. Selain itu, dengan teknologi Yamaha Computerized Lubrication System juga membuat RX-King semakin bertenaga hingga 5.000 RPM.

Bagian sepatbor yang awalnya berbahan dasar besi berganti menjadi plastik. Bagian lain yang mengalami perubahan antara lain lampu depan, lampu belakang, lampu sein, striping, swing arm dan knalpot.

Baca juga: Begini Cara Agar RX King Bisa Dibeli Kredit

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memproduksi generasi pertama RX-King selama periode 1983-1991. Konsumen Yamaha banyak menyebutnya dengan RX-King Cobra.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X