Apa Sih Standar Emisi Euro IV Itu?

Kompas.com - 26/01/2019, 12:21 WIB
Standar emisi Euro 4. motorcyclelife.com.auStandar emisi Euro 4.

JAKARTA, KOMPAS.com - Regulasi emisi Euro IV sudah mulai diberlakukan sejak 2018 lalu. Mulai diwacanakan sejak 2012, aturan emisi Euro IV dikeluarkan melalui Peraturan Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

Pemerintah mencanangkan standar emisi ini karena ingin memiliki komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020 mendatang yang ketika itu diungkapkan pada pertemuan di Pittsburgh 2009 lalu. Selain itu, indonesia berusaha mengejar ketertinggalan dari negara lain di mana sudah menerapkan standar Euro IV bahkan sampai Euro VI.

Bagi yang belum paham apa itu standar emisi Euro, ini adalah standar yang digunakan negara Eropa untuk kualitas udara di negara Eropa. Semakin tinggi standar Euro yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatile hydro carbon, dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Untuk Euro IV sendiri kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km, 250 mg/km untuk mesin diesel, dan 25 mg/kg untuk diesel particulate matter.

Baca juga: Euro IV Jadi Alasan Mitsubishi Stop Produksi Colt T120SS?

Lantas apa saja yang perlu disiapkan untuk mengikuti standar Euro IV? Salah satunya adalah kualitas bahan bakar, dalam hal ini menjadi tugas Pertamina untuk memenuhi standar BBM untuk mesin Euro IV. Untuk produsen otomotif, sebenarnya tidak ada masalah sebab mesin produksi mereka sudah diekspor ke mancanegara yang memiliki standar emisi lebih tinggi.

Untuk memenuhi standar emisi negara-negara tersebut, desain mesin dibuat lebih rapat dan ditambahkan alat katalitik konverter untuk pembakaran bahan bakar lebih sempurna dan gas buang sesuai standar. Bagaimana dengan yang di Indonesia?

Semua produsen sudah siap dan memproduksi kendaraan berstandar emisi Euro IV. Namun ada beberapa model yang belum bisa mengikuti kebutuhan standar emisi tersebut.

Salah satunya seperti diungkapkan Suzuki pada Oktober 2018 dimana produknya Carry Futura masih menggunakan mesin Euro II. Pihak Suzuki sempat mengajukan perpanjangan untuk menggunakan mesin yang masih ada yakni G15A hingga Maret-April 2019.

Suzuki mengungkapkan produk yang merupakan joint production dengan Mitsubishi Colt T120SS ini terkendala investasi dan waktu untuk menjadikan mesin Euro IV. Mesin yang sudah digunakan 25 tahun ini butuh pengetesan menyeluruh yang membutuhkan dana. Padahal di sisi lain, Suzuki sudah punya mesin 1.5 L yang lebih baru.

Bagi industri otomotif sendiri, penerapan Euro IV cukup membawa pengaruh positif terutama dalam hal produksi kendaraan di pabrik. Standar emisi yang sama membuat lini produksi memproduksi satu jenis kendaraan dan lebih memaksimalkan produksi dibandingkan dulu dengan standar Euro II untuk sebagian lini produksi.

Baca juga: Sudah Berlaku Euro IV, Daihatsu Gran Max Masih Euro II

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X