Jumlah Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia Harus Turun

Kompas.com - 18/01/2019, 08:22 WIB
Aparat Satlantas Polres Ngawi melakukan olah tempat kejadian perkara kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan, Sunarti (55), seorang ibu rumah tangga tewas terlindas truk pengangkut barang, Kamis ( 24/8/2017). Dok Polres NgawiAparat Satlantas Polres Ngawi melakukan olah tempat kejadian perkara kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan, Sunarti (55), seorang ibu rumah tangga tewas terlindas truk pengangkut barang, Kamis ( 24/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merilis data kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, dalam 4 tahun terakhir. Secara jumlah, trennya lebih banyak naik ketimbang turun.

Secara detail, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2014 mencapai 88.897 kejadian, selanjutnya 2015 naik menjadi 96.073, naik lagi di tahun selanjutnya menjadi 106.591 kejadian, dan turun ke 104.327 selama 2017.

Kemudian, naik lagi di 2018 dengan jumlah 107.968 kejadian. Secara korban yang meninggal dunia, rata-rata mencapai 30.000 orang per tahun, atau 80 orang per hari.

Berbeda dengan korban luka berat yang secara tren selalu menurun dalam empat tahun terakhir atau rata-rata per tahun sekitar 20.000 orang.

Baca juga: Cara Ajak Anak "Zaman Now" Tertib Berlalu Lintas

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri pun memiliki target agar jumlah kecelakaan lalu lintas serta korbannya turun di tahun ini. Salah satu pendukung, yakni menggelar acara Milenial Road Safety.

Kecelakaan antara bus Bali Radiance dan bus Titian Mas di Kapuran Ketapang Banyuwangi yang mengakibatkan jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi macet total, Kamis (27/12/2018).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Kecelakaan antara bus Bali Radiance dan bus Titian Mas di Kapuran Ketapang Banyuwangi yang mengakibatkan jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi macet total, Kamis (27/12/2018).

"Salah satunya kegiatan ini ditargetkan bisa menurunkan tingkat kecelakaan dan korban lalu lintas sepanjang tahun ini," ujar Refdi di gedung NTMCPolri, Kamis (17/1/2019).

Refdi melanjutkan, apabila dilihat lebih dalam lagi korban laka lantas dalam 4 tahun terakhir ini 57 persen dari usia 15-38 tahun, dan secara profesi masih pelajar dan juga mahasiswa atau menyumbangkan sekitar 25 persen.

"Setidaknya kita bisa menurunkan menjadi 50 persen tahun ini, kalau lebih kecil lagi akan lebih bagus. Maka dari itu yang kita fokuskan sekarang ini lebih ke generasi milenial," kata jenderal bintang dua itu.

Kampanye Milenial Road Safety sendiri akan dimulai pada 2 Februari 2019 dan berakhir 31 Maret 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X