Alasan Daihatsu Tak Adopsi "Engine Start Stop Button"

Kompas.com - 16/01/2019, 12:42 WIB
Penampilan baru Daihatsu Xenia Penampilan baru Daihatsu Xenia
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya Daihatsu menambah varian Xenia dengan menyematkan mesin 2 NR-VE 1.500 cc yang sebelumnya digunakan Avanza. Varian ini pun langsung menempati strata tertinggi di keluarga Xenia baru yang dihadirkan dalam versi transmisi otomatis dan manual.

Secara tidak langsung, keberadaan Xenia 1.500 cc menyaingi saudara kembarnya yakni Avanza Tipe G dan Veloz. Namun di antara keduanya, tetap ada perbedaan signifikan, salah satu seperti masalah fitur seperti absennya Engine Start Stop Button buat Xenia.

Saat menanyakan mengapa Daihatsu tak langsung menyematkan fitur pintar tersebut, Marketing Director Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, menjelaskan memang sejak perencanaannya fitur tersebut hanya diberikan khusus untuk Veloz.

Baca juga: Cerita Daihatsu Pasang Mesin 1.500 Cc ke Xenia

"Perbedaan fitur menjadi strategi marketing untuk membedakan setiap varian. Kami ini berkolaborasi, dari semua varian paling tinggi itu Veloz, jadi diputuskan Veloz yang pakai fitur tersebut agar memiliki nilai jual lebih," ucap wanita yang akrab disapa Amel kepada wartawan, di BSD, Banten, Selasa (15/1/2019).

Daihatsu Xenia Facelift resmi meluncur Daihatsu Xenia Facelift resmi meluncur
Amel menjelaskan, pada dasarnya Xenia juga bisa mengadopsi fitur tersebut, akan tetapi ada pertimbangan dari segi strategi pasar. Selain itu, nantinya juga akan sulit untuk memilah perbedaan spesifikasi dari tiap varian yang dibuat.

Baca juga: Daihatsu Pertahankan Harga Xenia Terbaru

Kondisi ini sama halnya dengan perbedaan fitur pada tiap varian Xenia. Contoh seperti aplikasi perangkat keselamatan tambahan anti-lock braking system (ABS) dan electric brake distribution (EBD) yang dibuat hanya untuk Xenia 1.500 cc, sementara varian lainnya masih konvensional.

"Bukan tidak bisa untuk menyematkan perangkat ABS pada semua varian Xenia, tapi masalahnya kita melihat dari karakteristik konsumen. Untuk model Xenia entry level, konsumen cenderung fokus soal harga dibandingkan fitur, bila kita pasang ABS di semua varian harga tidak sesuai nantinya," ucap Amel.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X