Menengok Rencana Tilang Eletronik di Jakarta Timur

Kompas.com - 26/11/2018, 17:28 WIB
Kondisi perempatan Pramuka. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLE Kompas.com/Setyo AdiKondisi perempatan Pramuka. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLE

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan sistem tilang elektronik atau electronic trafic law enforcement (ETLE) terus digalakkan petugas kepolisian. Sejak disosialisasikan awal bulan November lalu, penerapan masih dilakukan di area perempatan Sarinah sebagai tempat percontohan.

Lebih lanjut, Polda Metro Jaya telah menargetan pemasangangan 81 kamera CCTV di beberapa titik kota Jakarta. Selain Sarinah perempatan yang akan dipasang sistem ini adalah Pancoran, Cempaka Putih, Tomang, Kuningan, Senayan, Rawamangun dan Pramuka.

Dua daerah terakhir ini Kompas.com sambangi, Senin (26/11/2018). Berdasarkan informasi dari Polda Metro Jaya kedua persimpangan ini masing-masing mendapatkan empat kamera (Pramuka) dan dua kamera (Rawamangun).

Dari pantauan di lokasi, kedua perempatan ini sudah terpasang kamera CCTV di beberapa titik. Kamera tersebut sudah beroperasi terlihat dari lampu penanda berwarna merah yang tengah berkedip.

Namun dari sini belum bisa dipastikan apakah kamera tersebut sudah mulai melakukan tugas sebagai pengawas dan pencatat tilang. Sebab tidak ditemukan papan penanda kawasan ETLE yang biasanya ada di area yang menggunakan ETLE.

Baca juga: Polisi Tambah 81 CCTV Tilang Elektronik di 25 Persimpangan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu pengendara motor, Satria (34) mengungkapkan belum tahu jika daerah yang ia lewati sudah memasuki wilayah ETLE. Ia mengetahui daerah yang sudah menerapkan ETLE adalah kawasan Sarinah.

"Harapannya kalau memang sudah mulai tersebar di tempat lain ada sosialisasi yang jelas. Termasuk di tempat-tempat yang sudah dipasang ETLE. Selama ini kayanya kurang sosialisasinya," ucap warga Kelapa Gading tersebut.

Satria sendiri setuju dengan penerapan sistem canggih tersebut. Ia berharap sistem kerja kepolisian dalam penindakan bisa mengikuti negara-negara maju lainnya.

Ia juga berharap kejelasan dari sistem penilangan tersebut, terkait uang denda yang diserahkan nantinya, mendapat laporan yang jelas. Jangan sampai kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang.

Kondisi perempatan Rawamangun. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLEKompas.com/Setyo Adi Kondisi perempatan Rawamangun. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLE

"Kalau sampai masyarakat menolak sangat disayangkan sebab sistem ini sudah menjadi standar di luar negeri. Yang jelas, pengelolaannya harus transparan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.